What Is Cyberbullying?

080747_Cyber_Bullying

source: ucrtoday.ucr.edu

Menurut Kowalski (2008) dalam bukunya berjudul Cyberbullying: Bullying in the Digital Age parameter definisi cyberbullying (meliputi penyalahgunaan teknologi komunikasi menyangkut apa, kepada siapa dilakukan, dan bagaimana dampaknya) terbukti sulit terkait dengan metode cyberbullying yang beragam. Masalah terkait cyberbullying yang kompleks kadang-kadang menimbulkan ambigu.
Istilah cyberbullying dikenalkan oleh Bill Belsey dari Kanada dan kemudian berkembang pesat. Beberapa kalangan menamakan bullying di internet dengan sebutan bullying elektronik, online social cruelty (kekejaman di dunia maya), emotional wilding (Kowalski, 2008).
Dalam mendefinisikan cyberbullying biasanya juga menampilkan karakteristik khusus bullying tradisional (Slonje dan Smith, 2008), misalnya, perilaku agresif secara disengaja yang dilakukan oleh kelompok atau individu (diulang sepanjang waktu) terhadap korban (Whitney dan Smith, 1993; Olweous, 1999). Namun, aspek-aspek yang terdapat dalam bullying tradisional seperti repetisi atau tidak imbangnya kekuatan pelaku dan korban kurang bisa diterjemahkan secara langsung dalam konteks online. Beragam definisi cyberbullying telah ditunjukkan dalam publikasi dan instrument, beberapa di antaranya menggunakan kriteria dari definisi bullying tradisional Olweous (Tokunaga, 2010).
Cyberbullying adalah bentuk bullying yang terjadi ketika siswa atau beberapa siswa, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti e-mail, ponsel atau sms, instant messaging, personal websites, jejaring sosial (seperti facebook dll), game online, polling online untuk mendukung tujuannya menyakiti orang lain dengan berperilaku tidak menyenangkan (Belsey, 2004; Lines, 2007).
Cyberbullying bisa didefinisikan sebagai bullying yang dilakukan melalui handphone dan internet. Atau bullying yang dilakukan secara tidak langsung (covert bullying) melalui ponsel dan internet (online).
Secara umum cyberbullying dilakukan menggunakan ponsel dan internet. Namun, internet dan ponsel mempunyai fitur-fitur yang bisa diakses secara personal dan publik. Fitur inilah yang digunakan sebagai medium atau modalitas dalam melakukan cyberbullying.
Medium atau modalitas cyberbullying antara lain yang bersifat personal seperti e-mail dan sms. Juga yang bersifat publik atau bisa dilihat banyak orang seperti 1) instant messaging contohnya whatsapp (WA), blackberry messanger (BBM), yahoo messanger (YM); 2) social media seperti facebook, twitter, instagram, path; 3) grup online seperti facebook grup, WA group, BBM group. 4) Blog pribadi seperti blog di wordpress, blogspot, kompasiana, blogdetik, dll. 5) Website seperti postingan di website milik pribadi dan komentar di website berita.
Kejadian cyberbullying bentuknya beragam. Bentuk atau dimensi ini dikonsepsikan secara berbed-beda oleh para ahli. Willard (2006) membagi bentuk atau dimensi cyberbullying terdiri dari flaming, harassment, denigration, impersonation, outing, trickery, exclusion, cyber stalking, dan cyberthreats.
Sedangkan Kowalski et al (2008) membedakan bentuk atau dimensi cyberbullying terdiri dari delapan yaitu flaming, harassment, denigration, cyber stalking, impersonation, outing and trickery, exclusion or ostracism, dan happy slapping.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s