Nih Plus Minus Umroh Backpacker

Guys, pasti gak asing lagi dengan istilah umroh backpacker. Istilah umroh backpacker belakangan ini kian nyaring terdengar. Keinginan sebagian orang untuk mencapai tanah haram dengan biaya yang tidak membuat kantong menjerit seolah sudah mendapat sambutan dengan dibukanya program umroh backpacker oleh beberapa biro umroh dan haji.
Namanya juga backpacker, jadi, jangan berharap banyak atas satu hal, yakni kenyamanan. Jadi, paket umroh backpacker cocok bagi mereka yang terbiasa bepergian ala backpacker. Meski usia sudah lumayan, tapi bagi yang terbiasa backpacker-an, umroh backpacker ga akan jadi masalah. Malah bisa jadi sangat enjoy. Asiiik.
Kenapa umroh backpacker ga nyaman? Ya jelas lah. Namanya ada harga ada rupa. Pertama dari sisi transportasi. Kalau kamu daftar umroh backpacker, jangan berharap dapat pesawat Garuda, Saudi Arabia airlines, dll. Pesawat untuk umroh backpacker biasanya pesawat bujet gitu. Contohnya nas air. Eit bacanya jangan naser ya, apalagi nassar KDI :p hahaaa.
Kedua, akomodasi. Kalau sudah tahu daftar umroh backpacker, ya jangan berharap tidur di Swishotel, zam-zam tower, hilton, aih aih…Paling dapat fasilitas hotel yang jaraknya lumayan juauuuuhhhh nama hotelnya juga samar-samar terdengar. Kalau kita kasih tahu orang, dia akan nanya dua kali. “Hotel apa tadi,” begitu biasa responsenya sambil membelalakkan mata.
Karena lokasi penginapan jauh, sebenarnya ada keuntungannya juga sih. Bagi yang tidak biasa olahraga, nah di Mekkah dan Madinah akan dipaksa olehraga di luar ritual ibadah thawaf dan sai.
Mengenai penginapan, kalaupun backpackeran, biasanya pas di Madinah, lokasinya gak jauh kok. Rata-rata penginapan di Madinah tuh cuma selemparan batu dari Masjid Madinah. So, bisa sholat jamaah sehari lima kali pas di Madinah. Alhamdulillah. Indah banget cuy pokoknya sholat jamaah di masjid nabawi ini. Nuansa cinta dan damai terlukis di masjid ini sih menurutku.
Ketiga, makanan. Untuk makanan, sebenarnya tidak terlalu masalah ya. Baik itu ikut program umroh VIP maupun backpacker. Karena lidah tiap orang tuh beda seleranya. Kabar baiknya, untuk umroh backpacker biasanya kan dapat hotel bintang kalau gak bintang satu ya dua atau tiga. Makanan di hotel seperti ini malah enak. Karena mereka ;pesen dari rumah makan masakan Indonesia. Justru kalau di bintang lima kadang malah lidah kita rindu makanan kampung…*ciyeh yang pada punya kampung.
Keempat, Ibadah. Minusnya kalau umroh backpacker tuh, kita harus mendisipinkan diri untuk ibadah. Terutama pas di Mekkah ya. Karena bisa jadi gak ada muthowif (pembimbing) jadi kita harus mendisiplinkan diri sendiri. Bikin time schedule untuk ihram. Kalau bisa minimal empat kali lah. Jangan sampai di Mekkah, malah enak-enakan tidur di hotel saja. Atau malah terobsesi nyari onta karena penasaran. Hadeuuh. Sekali lagi karena backpacker, harus aktif nanya perihal transport untuk menuju lokasi miqat (niat berihrom). Kalau pakai taksi tawar saja. Jangan langsung mau ketika sopir taksi ngasih harga 40 real, langsung mau saja. Sapa tahu bisa turun. Kan lumayan. Terus sholat jamaah. Karena lokasi hotel di Makkah untuk umroh backpacker lumayan bikin kaki pegel, maka siasatin deh. Misalnya sehari sholat jamaah empat kali. Shubuh. Terus pulang ke hotel, jangan mampir ke halte. Eh sumpeh deh, di Makkah tuh halte sepertinya haram ya:p Haha bercanda. Kita gak bakal jumpai halte di sana. Atau mungkin pas ada aku mendadak halte2 itu ngilang gitu yaaa :p Eh balik lagi. Selain subuh, untuk ngemat makanan, eh skip, tenaga maksudnya, mending selain subuh, ikut sholat ashar lanjut maghrib dan isa. So, sholat dzuhur di-skip kalo nggak memungkinkan. Ini aja sudah bagus loh. Sumpah. Bagi jamaah yang dapat lokasi hotel 1,5 kilo atau 2 kilo. Tapi kalo sehari cuma ikut sholat jamaah sekali di Masjidil Haram, itu sangat keterlaluan. Ga banget dah.
Nah, biar terus fit pas selama umroh, jangan lupa bawa suplemen dari tanah air, Tapi jangan bawa parem kocok ya:p Bukan apa-apa, baunya ituuuu haha. Ganti aja bawa counterpain. Sekali lagi, ibadah umroh tuh ibadah fisik. Kaki terus-terusan diajak jalan. Jadi, kaki pegel itu anggap aja hadiah. Selain itu, minum air zam-zam sepuas-puasnya selama di Makkah dan Madinah. Kan lumayan gratis gitu lho. Coba bandingin aja sama harga per liter air zam-zam di tanah abang atau di toko oleh-oleh haji yang mahal, Jadi, mumpung gratis, puas-puasin tuh minum zam-zam. Suegerrrr benerrrr.Rasanya seperti langit ma sumur dengan air zam-zam yang dijual di tanah air, guys. Selain gratis, air zam-zam kan emang kaya mineral. So, sangat bagus untuk stamina kita selama di sana.
Untuk cewek, jangan lupa bawa krim-krim ya. Terutama lipbalm sama sun block. Makkah sama Madinah itu panasnya masyaAllah…
Nah, kalo pingin melindungi wajah dari paparan matahari langsung, bawa aja topi bulet besar. Satu lagi, bawa sunglasses.
Mengenai baju, kalau mau efisien, bawa baju untuk ihrom dua saja. selesai pake, langsung cuci di kamar. Cucian di sana cepet kering karena suhunya panas. Tapi kalau gak mau nyuci, lebih baik bawa baju ihrom empat stel. Sebenarnya kalau untuk umroh, nggak harus putih sih. Cuma juga nggak banget kalau pake baju warna warni atau kembang-kembang serasa di pantai untuk umroh. Plis deh…Pakai baju putih atau hitam saja. Sunnahnya putih sih.
Eh guys, berlanjut ya. Nantikan celotehku soal umroh backpacker selanjutnya. See you later. Wa

Masjid Nabawi tercinta kala 'payung'nya kuncup

Masjid Nabawi tercinta kala ‘payung’nya kuncup

ssalamu’alaikum….

2 thoughts on “Nih Plus Minus Umroh Backpacker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s