Komputer Sang Juru Selamat

SMK Koperasi

Komputer Sang Juru Selamat

Imej koperasi yang belum terbangun, membuat manajemen SMK Koperasi Pontianak mencari jalan lain. Penambahan jurusan komputer, peningkatan prestasi melalui kelulusan seratus persen dan ekstrakurikuler diyakini menjadi resep ampuh dalam memenangkan kompetisi.

“Silakan mampir mba. Ini stand kami, SMK Koperasi Pontianak,” ujar Mahdi, SH, S.Pd Kepala SMK Koperasi Pontianak, Kaaimantan Barat, ramah menyambut kedatangan WK. Selama dua hari, Mahdi beserta pengajar dan delapan siswa mengikuti pameran yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM di Smesco Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. “Kami menggunakan biaya sendiri untuk sewa stand, transportasi dan akomodasi. Tidak ada bantuan pemerintah,” jelas Mahdi menjawab pertanyaan WK seputar biaya stand.

Tekad mengenalkan keberadaan SMK Koperasi Pontianak kepada kalangan pegiat koperasi dan masyarakat luas membawa Mahdi dan rombongan ke Gedung Sme Tower. “Kami senang bisa berada di sini. Berkenalan banyak orang untuk mengenalkan SMK Koperasi,” jelas Mahdi yang menjadi kepala sekolah SMK Koperasi sejak 2008.

“Tidak mudah mengelola SMK Koperasi. Karena animo masyarakat rendah. Sejujurnya hal ini tidak lepas dari imej koperasi yang di mata masyarakat masih jauh,” papar Mahdi. Bahkan, diakui Mahdi, citra tersebut juga tertanam pada sebagian besar siswa. “Persepsi anak, mereka kurang interest ke koperasi.”

Menyadari brand koperasi kurang menjual, Mahdi melakukan terobosan. “Saya mencari cara bagaimana menarik animo masyarakat.” Mahdi kemudian mengadakan riset kecil-kecilan. “Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penguasaan skill dan keilmuan siswa kurang.”

Dari identifikasi permasalahan, sekolah berlokasi di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Tebu, Pontianak ini kemudian menyusun beberapa strategi. “Hal pertama yang dilakukan adalah mengaktifkan kegiatan ekstra kurikuler. Kami memilih seni sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Karena seni bisa membentuk karakter, sikap, sekaligus kecerdasan siswa.”

Seni tari, teater, musik, dan kriya menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati siswa. Bukan hanya seni, sekolah juga menambah kegiatan ekskul lain seperti pramuka, olahraga, komputer, keorganisasian, dan paskibra.

Selain fokus pada ekstrakurikuler, SMK Koperasi Pontianak juga menambah jurusan baru. “Tadinya hanya jurusan penjualan. Mulai tahun 2009 kami menambah jurusan komputer dengan materi pelajaran RPL (Rekayasa Perangkat Lunak).”

Awalnya SMK Koperasi hanya membuka jurusan bisnis dan manajemen dengan konsentrasi pemasaran. Baru pada tahun 2009 SMK ini membuka jurusan teknologi informatika dan komputer dengan konsentrasi RPL. Ketika ditanya mengenai jurusan koperasi, Mahdi mengaku belum membuka jurusan koperasi. “Kalau mata pelajaran koperasi diajarkan di sekolah.”

Karena harus mengikuti tuntutan pasar, materi pelajaran dibagi menjadi dua yakni umum dan pembekalan melalui magang kerja. Siswa mengikuti magang kerja di koperasi, kantor pemerintah, dan swalayan. “Walaupun tamat SMK, siswa harus bisa menghasilkan karya inovatif, mempunyai wawasan sehingga bisa berkembang dan mandiri. Siswa bisa berdagang.”

Dijelaskan Mahdi, hanya sedikit lulusan sekolahnya yang melanjutkan ke pendidikan tinggi.  Sebagian besar bekerja dan mandiri membuka usaha.   Sayangnya, mayoritas lulusan bekerja di sektor swasta. Kalaupun mandiri, belum ada lulusan yang mendirikan koperasi.  “Untuk saat ini belum ada yang bekerja di koperasi atau mendirikan koperasi,” jelas Mahdi menambahkan,”  Membentuk insan koperasi membutuhkan waktu panjang.”

Melihat minimnya jumlah lulusan yang bekerja di sektor koperasi, Mahdi ingin mengenalkan sekolahnya ke institusi koperasi di tanah air. “Melalui pameran ini, secara material saya ingin memperluas akses siswa saya bekerja di koperasi.”  Selain itu, ia juga mengharapkan kepedulian stakeholder.

Nilai UN Tertinggi

Penambahan jurusan komputer mendongkrak jumlah murid baru. “Pada tahun 2008 jumlah murid 104 orang. Tahun 2009 jumlah murid menjadi 218 orang.” Tahun pertama dibuka, jurusan komputer hanya untuk satu kelas. Memasuki tahun kedua sekolah membuka dua kelas untuk jurusan komputer. Meski peminat banyak, jumlah siswa di jurusan komputer dibatasi. “Kami tidak bisa menerima lebih dari 120 orang. Hal ini terkait kapasitas ruangan dan laboratorium komputer.”

Meski membatasi jumlah murid, peningkatan jumlah siswa setiap tahun lumayan. Akhir 2010 jumlah murid mencapai 323 orang. Padahal dulunya jumlah siswa kelas satu sampai tiga tidak beranjak dari angka 100. “Tadinya kami hanya membuka tiga kelas yakni kelas satu sampai kelas tiga. Sekarang kami membuka Sembilan kelas dari kelas satu sampai kelas tiga.”

Bukan hanya jurusan komputer yang mendongkrak jumlah siswa baru. Prestasi sekolah dengan tingkat kelulusan seratus persen dan nilai tinggi, kata Mahdi, juga ikut mempengaruhi minat masyarakat. “Jumlah kelulusan alhamdulillah seratus persen. Bahkan pada tahun 2009 nilai ujian nasional (UN) SMK Koperasi Pontianak menduduki nilai tertinggi se Kalimantan Barat untuk level SMK,” jelas pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah ini. Sebelumnya kelulusan siswa SMK Koperasi ini masih 94,29 persen.

Keputusan membuka ekstra kurikuler seni juga mengangkat nama sekolah. Pasalnya, pada tahun 2009 tim kesenian SMK Koperasi Pontianak diundang Kementerian Pemuda Malaysia untuk mengikuti kegiatan kesenian. “Kami bangga siswa kami bisa tampil di negara tetangga.”

Sejumlah prestasi yang kini diraih SMK Koperasi Pontianak menjadi hadiah bagi sekolah yang berdiri pada 19 Juli 1987 ini. “Alhamdulillah. Sekolah ini didirikan oleh Yayasan Pengembangan Koperasi. Di dalamnya ada SMP, SMA, dan SMK Koperasi,” jelas Mahdi.

Have published on WK Magz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s