Perangi Kemiskinan Lewat GKN

Pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kemiskinan. Melalui GKN, pemerintah berharap akan muncul entreperenur baru hingga mencapai ratio ideal.
Yuli, mahasiswa Fakultas Hukum Univesitas Brawijaya (Unibraw) berjalan cepat memasuki convention hall Gedung Smesco Promotion Center (SPC) yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/2). Yuli dan ratusan mahasiswa lain dari beragam universitas hari itu duduk di balkon, ikut memeriahkan gelaran Gerakatan Kewirausahaan Nasional (GKN) bersama ribuan peserta lain dari kalangan pengusaha, pegiat koperasi, LSM, praktisi perbankan, dan pegawai di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM.
Ratusan mahasiswa seperti Yuli yang mengikuti GKN bukan sekedar partisipan penggenap, hanya untuk menambah jumlah peserta agar terlihat banyak. Mereka tergabung dalam komunitas bisnis di kampus. “Saya ikut salah satu kegiatan bisnis mahasiswa di kampus. Nantinya saya juga berkeinginan memiliki usaha sendiri setelah lulus,” kata Yuli kepada WK. Ditanya apa jenis bisnis yang ingin digelutinya, Yuli dengan cepat menjawab,” usaha kripik pisang.”
Tidak semua peserta yang datang dalam perhelatan akbar seantusias Yuli. Seorang ibu yang duduk di samping WK agaknya hadir cuma sekedar instruksi di lingkungan kerjanya. Ibu berbaju batik itu datang saat Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyampaikan sambutan. Begitu datang, bukannya menyimak, ia tertidur pulas. Ia bangun kala pidato SBY hampir selesai.
Seremoni pencangan GKN dimulai dengan sambutan dari Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan yang menyoroti pertumbuhan ekonomi sustainable 4,5 persen pada 2010 dan tahun ini ditargetkan 6,4 persen. “Opportunity bagi kita untuk meraih prestasi. Sehingga menjadi 8 persen pada 2014.”
Untuk meraih target pertumbuhan tsb, kata Sjarif, pemerintah menciptakan wirausaha inovatif melalui GKN. “Sehingga kita dapat meningkatkan ratio antara jumlah wirausaha dengan jumlah penduduk. Apabila ini tercapai, kesejahteraan rakyat semakin meningkat,” urai Sjarif.
Sjarif juga memaparkan program lain yang inline dengan tujuan GKN seperti program wirausaha 1000 sarjana, KUR, PNPM Mandiri, dll. “Kesemuanya itu komitmen pemerintah kepada generasi penerus bangsa menjadi wirausahawan, sebagai pencipta pekerjaan bukan job seeker.”
Sinergi dari seluruh program pemerintah tsb, kata Sjarif, akan mampu menciptakan wirausahawan handal, mandiri, mengentaskan kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Sejahterakan rakyat, melalui wirausaha,” teriak Sjarif lantang mengakhiri sambutannya.
Peserta kemudian diajak melihat progress program-program pemerintah dalam upaya menyejahterakan rakyat melalui tayangan video. Dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada puluhan tokoh yang dianggap berjasa dalam bidang entrepreneurship serta bantuan program KUR kepada pelaku UKM dan koperasi.
Koperasi yang mendapat penghargaan antara lain Kospin Jasa, KSU Setia Bhakti Wanita, Malang. Koperasi yang maju ke depan sebagai penerima pinjaman KUR yakni KJKS BMT Sejahtera.
Kepala daerah yang dianggap berperan penting dalam wirausaha antara lain Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Gubernur FKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Gubernur Sulawesi Selatan Agus P.
Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi jantung acara GKN. “Seorang yang tidak pasif, aktif untuk menemukan sesuatu bagi kemajuan hidupnya, itulah hakikat entrepreneur,” kata Presiden SBY mengawali sambutannya. SBY menekankan wirausaha tidak identik dengan UMKM. “Tetapi hampir pasti, seorang wirausaha memulai bidangnya dari usaha mikro, kecil, dan menengah. Sehingga ada pertautan dari kecil tumbuh.”
Kewirausahaan , UKM dan koperasi, kata Presiden, harus dikembangkan di seluruh Indonesia karena akan menciptakan aktivitas baru, pekerjaan baru. “Pertanyaan berikutnya, apakah ada peluang bagi wirausaha baru? Jawabnya masih. Negara kita punya sumber daya alam dan sumber daya manusia berlimpah. Ekonomi di Indonesia masih sangat bisa dikembangkan bagi para entrepreneur.”
Presiden menambahkan, penguasaan IPTEK, karya-karya baru, dan kreativitas baru menjadi modal entrepreneur. Pemerintah, kata persiden, juga akan mendukung wirausaha melalui bantuan pelatihan, pinjaman modal termasuk KUR.
Mata rantai hubungan kewirausahaan, pendapatan, penghasilan, dan pengurangan kemiskinan juga disoroti oleh Presiden. “Banyak piminan PTN, mahasiswa yang bertanya mengapa kebijakan pemerintah baik nasional maupun daerah hanya mengejar pertumbuhan semata (growth) dan tidak mengejar penyamarataan penghasilan dan pengurangan kemiskinan,” ujar Presiden.
SBY kemudian menjabarkan kebijakan pemerintah yang pro pertumbuhan, pro kesempatan kerja, pro pengurangan kesempatan kerja, pro lingkungan. Lewat program tsb, kata presiden, kemiskinan berkurang. “Tidak sedikit yang dialokasikan untuk mengurangi kemiskinan, pertumbuhan, disertai pemerataan,” terang Presiden menambahkan,” Pertumbuhan naik, terjadi pengurangan kemiskinan. Tentu golongan ekonomi lemah dengan program-program pro rakyat yang anggarannya tidak sedikit.”
Di akhir sambutannya, Presiden menekankan pentingnya wirausaha. “Wirausaha sangat penting. Karena kalau tercipta wirausaha baru, otomatis pengangguran akan berkurang, kemiskinan berkurang, ada aktivitas usaha baru, bisnis baru. Wirausahawan adalah pahlawan ekonomi rakyat,” pungkas Presiden.
Libatkan 13 Kementerian
GKN diusung oleh 13 kementerian seperti Kementerian KUKM, Kemendiknas, Kemenperin, Kemendag, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian BUMN, Kemenbudpar, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pertanian.
Sebelum puncak GKN yang berlangsung 3 hari (2-4 Februari 2011), panitia menggelar rapat di Kementerian Koperasi dan UKM dan diikuti oleh perwakilan dari 13 institusi kementrian dengan Agus Muharram, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop UKM sebagai salah satu pimpinan rapat. Salah satu agenda yang dibahas pada rapat yang digelar akhir Januari lalu adalah peserta bazaar GKN.
Pada pencanangan GKN, ratusan stan bazaar berisi produk kerajinan hingga lembaga keuangan baik koperasi, BPD, dan bank nasional memenuhi ruangan Smesco, seakan menggenapkan seri rangkaian acara GKN lain seperti entrepreneur summit, pelatihan kewirausahaan, dialog kewirausahaan bisnis berbasis internet, dialog PKBL. Semoga nafas GKN panjang, tidak berhenti pada pencanangan.

Sudah dipublikasikan di Majalah WK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s