Diversifikasi Usaha Kuncinya

Keragaman bisnis menjadi salah satu jawaban KP-RI UNM menyejahterakan anggota. “Kami menjangkau berbagai kebutuhan anggota melalui diversifikasi usaha,” kata Ketua KP-RI UNM Drs. Syarifuddin Aspa, MS.
Bisnis koperasi pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM) mengalir jauh. Padahal, awalnya, KP-RI UNM Makassar hanya mengenal simpan pinjam. Jadilah unit simpan pinjam (USP) menjadi bisnis pertama koperasi beranggotakan pegawai di lingkungan kampus UNM. “Sejak berdiri, tahun 1982 kami hanya fokus pada USP,” jelas Aspa, panggilan Syarifuddin Aspa.
Namun, kebutuhan anggota ternyata tidak melulu pinjaman uang. Maka, lahirlah toko koperasi yang menjual alat tulis kantor, kebutuhan sehari-hari juga foto copy pada 2005. Setahun sebelumnya, KP-RI UNM juga membuka usaha kavling dan perumahan. Tahun lalu unit ini menjual tanah di Mawang, Pakkatto, dan satu unit rumah di BTN Minasa Upa. Selain itu, KP-RI UNM juga kerjasama dengan PT Malomo Mega Lestari Makassar membangun perumahan dosen UNM di Ana Gowa Bontoala Kabupaten Gowa sebanyak 41 unit.
Dengan jam terbang di bidang bisnsi yang lumayan tinggi, menjadikan bisnis KP-RI UNM membelah hingga enam cabang mulai kredit atau USP, jasa, perdagangan umum atau distributor, kontraktor, toko, hingga industri. Kegiatan usaha dalam lingkup jasa antara lain pembayaran PDAM, listrik, telepon, penjualan tiket perjalanan, kursus, cleaning service, training, penyaluran produk, jasa konsultan, dan penagihan atau kolektor.
Unit perdagangan umum menangani distribusi hasil pertanian, pupuk, kendaraan, dan elektronik. Sedangkan industri mencakup usaha bengkel, pertukangan, mengelola hasil pertanian, percetakan atau penerbitan.
USP sebagai unit perdana hingga kini berada di nomor pertama. Volume pinjaman terus meningkat signifikan. Tahun 2008 sebesar Rp 28,36 miliar naik menjadi Rp 34,67 miliar (2009). Kenaikan juga terjadi pada unit toko dari Rp 438,5 juta (2008) menjadi Rp 727 juta (2009).
Diversifikasi usaha memang hanya salah satu cara menyejahterakan anggota. Masih ada empat poin yang dijalankan KP-RI UNM dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. “Langkah kami menyejahterakan anggota antara lain memperbesar omset usaha, memperkuat hubungan kelembagaan dan anggota, menurunkan suku bunga dan harga barang, memaksimalkan pemenuhan kebutuhan anggota, dan diversifikasi usaha,” papar Aspa.
Namun, kata Aspa, ada aspek lain sebagai penentu peningkatan kesejahteraan, yakni kinerja tim. “Pasalnya, tim ini yang mencari sumber dana dengan bunga rendah, komoditi dengan harga rendah, investasi, pasar, uang, barang, dan modal.” Untuk itu, tim tsb harus mampu menyederhanakan proses dan membuat jaringan yang kuat dengan berbagai perusahaan, imbuhnya.
Networking yang kuat, mustahil dikesampingkan. Tahun lalu KP-RI UNM telah membentangkan tali kerjasama dengan BMT Al Markas Makassar, Koperasi Al Markas Makassar, Kopma Almamater, Kopwan Anggrek Makassar, Bimbel JILC, BPSNT Makassar, SMPN 16 Makassar, dan PT Malomo Mega Lestari Makassar. “Kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak baik departemen, BUMN ataupun swasta lainnya. Ini untuk menciptakan image KP-RI yang lebih baik.”
Pelayanan menjadi pintu peningkat kesejahteraan. “Dengan pelayanan baik, bisnis koperasi berkembang, kesejahteraan anggota meningkat,” ujar Aspa. Wajar jika mutu pelayanan koperasi diupayakan terus membaik. “Kami memiliki motto five minute in twenty hours service, zero complain, and soft care” kata Aspa. Motto lain yang menjadi jantung kehidupan koperasi ini adalah integrated board and welfare members.
Integrated board diterjemahkan dengan setiap pengurus tidak hanya concern dalam bidang organisasi, tetapi juga operasional bisnis. Ketua misalnya, selain sebagai pemegang kebijaksanaan umum, juga mengurusi funding, dan penyediaan dana. Bendahara mengelola funding, penyediaan dana, dan mutasi dana. Wakil ketua bertanggungjawab dalam pencairan kredit, Sekretaris memegang kendali kredit, personalia atau umum bertugas memfasilitasi dan menjaga stabilitas kantor.
Upaya terus meningkatkan kesejahteraan anggota juga dibuktikan dengan pengadaan program pensiun anggota. “Dengan program ini, kami berharap anggota bisa menikmati hari tuanya dengan jumlah uang pensiun yang lumayan,” terang Aspa.
Perkembangan Kinerja KP-RI UNM (dalam Rp dan orang)
2007 2008 2009 Okt 2010
Anggota 1.419 1.450 1.476 1.491
Aset 5,5 M
Omset 16 M 25 M 35 M 32 M
Ekuitas 7,9 M 16 M
SHU 600 Juta 700 Juta 900 Juta

Dari Dua Menjadi Sembilan
Aliran deras tidak hanya di lini bisnis. Gedung milik KP-RI UNM Makassar juga beranak pinak. Dari dua ruko di Jalan Pendidikan Komplek Balla Panakukang (depan kampus UNM) yang digunakan untuk kantor, USP, dan foto copy. Kini, dua ruko itu hanya menjadi bagian dari sembilan ruko milik KP-RI UNM. Ruko itu kini beralih menjadi unit fotokopi, sembako, dan percetakan.
Kantor KP-RI UNM kemudian boyongan ke gedung baru bergaya mediterania, masih di ruas jalan yang sama, pada Agustus 2010. “Ini tadinya kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen kami beli Rp 2,5 miliar,” jelas Aspa. Di samping gedung tiga lantai, juga terdapat sebuah bangunan satu lantai untuk toko koperasi. Selain sebagai kantor, gedung bercat salem itu juga difungsikan sebagai pusat unit simpan pinjam.
“Kami berharap suatu saat bisa membeli seluruh ruko di sepanjang ruas jalan ini. Saat ini kami baru bisa membeli ruko B1, B2, B4, dan B10,” jelas Aspa.
Tahun ini KP-RI UNM kembali menambah gedung baru. Kali ini lokasinya agak jauh dari kantor pusat, yakni di Tamalate dan Samata. Di Samata KP-RI UNM membangun empat ruko tiga lantai. Di Tamalate ada satu ruko tiga lantai. Keduanya bercorak minimalis dengan kombinasi warna dinding krem cokelat, dan krem, kuning, merah.
Untuk memiliki lima ruko itu, KP-RI UNM membenamkan investasi lumayan. “Empat ruko di Samata sekitar Rp 2,5 miliar, satu ruko di Tamalate sekitar Rp 600 juta,” jelas Aspa. Ia menjelaskan mengapa KP-RI UNM menanamkan uang di dua lokasi yang jaraknya sekitar 1 km dan 5 km dari kantor pusat KP-RI UNM. “Pengembangan kota saat ini ke arah Timur, daerah Samata dan Tamalate. Kami ingin KP-RI ada di daerah baru ini,” jelas Aspa.
Ruko di Tamalate nantinya akan diisi dengan bisnis ATK dan percetakan. Empat ruko di Samata akan diramaikan dengan penjualan mobil bekas, minimarket, dan cabang unit simpan pinjam. “Kami sedang menjajaki kerjasama dengan minimarket modern. Nantinya kami akan mengambil waralaba,” jelas Aspa. Ia berharap lima ruko itu sudah bisa beroperasi awal tahun 2011.
Sukses di bisnis, KP-RI UNM tidak melupakan lingkungan sekitar. Setiap tahun koperasi ini menggelontorkan budget khusus untuk kegiatan sosial. Tahun 2009 KP-RI UNM memberikan bantuan untuk pengelola kuburan UNM, Masjid Nurul Ilmi Gunungsari UNM Makassar, Palang Merah Indonesia (PMI), korban bencana alam, dll.
Susunan Pengurus
Ketua : Drs. Syarifuddin Aspa, MS
Wakil Ketua : Drs. H. Muh. Ibrahim, M.Si
Sekretaris : Dr. M. Ramli Umar, M.Si (nonaktif)
Bendahara : Drs. H. Abd. Rijal Saing, M.Si
Pengurus Umum : Sanudin
Pengawas
Ketua : Prof. Drs. H. A. Chaeruddin, MS
Sekretaris : Drs. H. M. Thamrin Tahir, M.Si
Anggota : Dra. St. Hajerah Hasjim, M.Si

Artikel ini telah dipublikasikan di Majalah WK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s