Resep Sukses Mengelola Dana Resiko Kredit

Salah satu resiko yang dihadapi koperasi yang memiliki unit simpan pinjam adalah pinjaman macet karena anggota peminjam meninggal dunia. Sementara ahli waris tidak ada yang sanggup melunasi sisa angsuran. Sehingga, koperasi beresiko kehilangan asetnya.

Untuk itu, diperlukan pengaman yang biasa disebut asuransi. Karena asuransi sendiri, sebagian koperasi menyebutnya dana resiko kredit. Nah, bagaimana agar operasional dana resiko berjalan sukses? Menurut Abat Ellias, SE, General Manager Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) ada empat faktor yang harus diperhatikan agar pengelolaan dana resiko kredit berjalan lancar dan tidak membuat koperasi buntung alias menangguk rugi.

1. Komitmen kuat dari pengurus koperasi untuk mengelola dana resiko kredit. Pasalnya, dana resiko kredit tidak bersifat komersil, tetapi lebih kepada upaya proteksi. Sehingga, operasionalnya lebih bersifat sosial.

2. Membuat atau meng-create adiministrasi secara akurat. Koperasi harus memiliki laporan keuangan bulanan. Sehingga, ketika ada anggota meninggal dunia, tidak terjadi kesalahan klaim.

3. Tertib administrasi. Artinya, anggota tertib membayar iuran yang digunakan untuk dana resiko kredit.

4. Melek investasi. Jika saldo iuran yang terkumpul dengan jumlah klaim yang dibayarkan lumayan, bisa digunakan untuk membeli produk investasi. Sehingga gain atau perolehan bunga dari investasi bisa menutupi biaya operasional dana resiko.

3 thoughts on “Resep Sukses Mengelola Dana Resiko Kredit

  1. artikel menarik nih mba. ada skenario alternatif2 penanganan risiko koperasi. karena klo mengandalkan asuransi kadang dia juga covernya terbatas. yang dimaksud iuran anggota apa simpanan anggota untuk cadangan risiko? good luck selalu mba susan.

  2. Mbak sekedar share…bilamana kita menerapkan DRK ( dana resiko kredit ) dan juga write off solusi yang terbaik adalah ada dana cadanga piutang ragu ragu,dalam neraca bentuknya bagaimana ya,trims

  3. sekedar share mbak…bagaimana penggunaan DRK ( dana resiko kredit ) yang baik,seandainya kita melakukan write off bagaimana cara menuliskannya di neraca , terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s