Bunga KUR Turun

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbada) memenuhi permintaan pemerintah agar bank pembangunan daerah (BPD) menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 2%. Sekretaris Jenderal Asbanda Mulianto mengatakan penurunan suku bunga KUR adalah hal yang wajar.

Turunnya suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi 7% dan BI rate stabil 6,5% membuat biaya (cost of fund) perbankan juga turun. “Sudah saatnya, bank kembali menghitung cost of fund sehingga spread antara bunga kredit dan bunga deposito tidak terlalu tinggi,” ujar Mujanto.

Menurut Mujanto, penurunan suku bunga KUR tidak akan memberatkan BPD, karena biaya bank-bank milik pemerintah daerah biasanya lebih rendah daripada bank-bank umum. “Bank umum cakupannya adalah nasional, sehingga cost of fund besar. Kalau BPD cakupannya daerah saja,” tambah Mujanto.

Dengan adanya penurunan suku bunga ini, suku bunga KUR di BPD untuk ritel akan menjadi 12% per tahun dari 14%. Sedangkan bunga kredit mikro menurun dari 22% menjadi 20%.

Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan pemerintah meminta penurunan suku bunga KUR karena BPD sudah menguasai lapangan. Sehingga BPD dianggap lebih efektif dan mampu menekan biaya operasional.

Permintaan penurunan suku bunga KUR tersebut juga berkaitan dengan makin baiknya likuditas BPD di Indonesia. Hal ini terlihat dari melimpahnya dana pihak ketiga (DPK). Per Februari 2009 DPK BPD sebesar Rp 164,54 triliun. Tahun DPK BPD ditargetkan tumbuh 20%-22%. Sumber: Bisnis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s