Kemenkop Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun

Guna meningkatkan kualitas produk dan kemampuan SDM pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM), Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan mengajukan tambahan anggaran Rp 1 triliun melalui APBN. “”Anggaran kita di APBN sekarang lebih kecil daripada anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 849,7 miliar,” ungkap Menteri Koperasi Syarifuddin Hasan, “Kami sedang melaksanakan proses pengajuan usulan tersebut,” imbuhnya

Penambahan anggaran tersebut ditujukan untuk menghadapi persaingan global dalam pelaksanaan perdagangan bebas Asean dengan China (Asean China Free Trade Agreement/ACFTA). Diakui Syarif, masih banyak koperasi dan UKM yang dikelola seadanya. Tanpa pendampingan dan fasilitasi dari pemerintah, dikhawatirkan akan gulung tikar. “Kita tidak mau ACFTA merugikan koperasi dan UKM, justru harus sebaliknya, yaitu bisa mendatangkan keuntungan,” harapnya.

Selain untuk menghadapi ACFTA, tambahan anggaran juga dialokasikan untuk pengembangan ekonomi kreatif, usaha maupun peningkatan  atau revitalisasi pasar tradisional. Sjarif berharap, para pedagang kecil bisa terus menjalankan usahanya. “Pasar kan sentra kegiatan pedagang kecil, otomatis kondisinya harus baik kalau tidak mau ditinggalkan konsumen,” jelasnya. Dalam periode 2010-2014, Kemenkop UKM menargetkan revitalisasi 540 pasar tradisional di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Revitalisasi, kata Sjarif, dilakukan bersinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. “Jadi tidak hanya mengandalkan APBN, tapi APBD juga,” sergahnya. Tahun lalu, Syarif mengungkapkan, Kementerian KUKM telah menerima dana stimulus Rp 100 miliar untuk merevitalisasi 90 pasar tradisional dan merelokasi pedagang kreatif lapangan.
Sjarifuddin Hasan berjanji jika jumlahnya sesuai dengan pengajuan, maka secara sistemamtis akan banyak daerah yang menerimanya. Sebab, APBN-P dialokasikan untuk menyentuh semua pengembangan usaha maupun program yang mampu memberi nilai tambah bagi KUMKM.

Dana operasional Kemenkop tahun ini sebesar Rp733 miliar. Jika pemerintah menyetujui usulan tambahan dana, maka jumlahnya menjadi Rp 1,7 triliun. Namun, APBN-P tersebut belum bisa dipastikan positif akan diterima Kementerian Keuangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s