SHU tidak dibagi? Biasa aja lagi

Salah satu perbedaan menyolok di koperasi dan perusahaan adalah pembagian keuntungan. Jika di perusahaan dinamakan deviden, di koperasi namanya sisa hasil usaha (SHU). Deviden perusahaan tidak selalu dibagikan tiap tahun, karena digunakan untuk menambah modal atau kapital perusahaan. Bagaimana dengan sisa hasil usaha di koperasi? Sepertinya tidak demikian.

Mayoritas anggota koperasi menginginkan SHU tiap tahun harus dibagi. Jika SHU tidak dibagi, anggota pun protes, meski, saat itu koperasinya kekurangan modal. Hal umum yang kerap terjadi, kala koperasi minus modal, anggota dan pengurus koperasi lebih memilih meminjam modal dari luar. Sementara SHU tetap dibagikan.

Bahkan, SHU pun sering dipaksakan dan dibagikan, padahal koperasi ybs merugi. Nah, darimana uang SHU itu? Yang pasti, SHU itu bukan murni dari keuntungan koperasi. Mungkin diambil dari dana sosial, dana pendidikan anggota, atau jangan-jangan malah cadangan.

Mengapa SHU tetap dibagi, padahal koperasi sedang tekor? Ternyata, selain anggota yang ngotot menginginkan SHU tiap tahun dibagi, pengurus juga ikut ambil bagian. Kini, berkembang tren bahwa untuk mengukur kinerja koperasi, lihat saja perolehan SHU-nya dan pembagian SHU ke anggota. Bahkan, pengurus koperasi akan merasa gagal dan malu, jika perolehan SHU turun. Dalam bisnis, hal tersebut biasa saja. Namanya bisnis, pasang surut hal wajar. Demikian pula SHU. Kalau bisnis koperasi jelas sedang merugi, kok  malah membagikan keuntungan alias SHU? Jelas hal ini tidak masuk akal. Anehnya, anggota koperasi juga tidak mau tahu, darimana uang SHU berasal padahal mereka tahu koperasinya sedang rugi.

Koperasi jelas berbeda dengan perusahaan yang semata mengejar keuntungan. Kalau lembaga yang semata mengejar keuntungan saja bisa menahan keuntungan atau tidak membagikan keuntungan karena sedang merugi, mengapa koperasi yang jelas-jelas berwatak sosial dan seharusnya lebih mementingkan pelayanan, malah ’memaksa’ harus membagikan keuntungan tiap tahun?

Jika koperasi sedang merugi atau membutuhkan modal, bisa saja koperasi ybs tidak memberikan SHU. SHU yang ada ditahan untuk perkuatan modal. Ada juga yang mempraktekkan, sebagian SHU dibagi, dan sebagian kecil ditahan. Fungsinya, sebagai dana darurat kalau koperasi kekurangan modal. Selain itu, SHU ditahan tersebut jika bisa digunakan sebagai cadangan SHU tahun depan jika performa bisnis koperasi menurun, sementara anggota menuntut pembagian SHU.

Sudah saatnya kita merubah mindset bahwa SHU tidak harus dibagi tiap tahun. Demikian pula pemahaman bahwa kenaikan SHU menjadi satu-satunya indikasi kemajuan sebuah koperasi. Untuk merubah mindset ini memang tidak mudah, tapi bukan hal yang tidak mungkin. Koperasi bisa menyelenggarakan pendidikan anggota secara intensif untuk merubah mindset dan sense of belonging to anggota ke koperasi.

Sekali lagi, SHU bukan satu-satunya indikasi keberhasilan koperasi. Masih banyak faktor lain yang menjadi indikasi kemajuan performa koperasi. Kenaikan jumlah anggota, misalnya. Karena, koperasi merupakan kumpulan orang bukan modal. So, SHU ga mesti dibagi.

2 thoughts on “SHU tidak dibagi? Biasa aja lagi

  1. Wah ini baru pemikiran bisnis. Menurut kami shu itu dari laba yang dihimpun. bisa dibagi bila kita surplus dana. tapi kalau tidak maka pembagian shu akan mengurangi cash flow. biasanya kalau cash flow terganggu maka kegiatan usaha kita akan terancam. semoga kita – kita bisa lebih relistis. tks

  2. Menurut undang undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 45 berbunyi :
    (1). Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan,dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun yang bersangkutan.
    (2). SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
    (3). Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

    Masih menurut UU No.25/1992 tentang perkoperasian pasal 5 Prinsip Koperasi (1) c. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing masing anggota .
    Selanjutnya perlu difahami bahwa dengan mengacu kepada Undang-undang Koperasi, masing masing koperasi membuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang atas kesepakatan menetapkan tentang pembagian SHU yang mengatur tentang besarnya, caranya membagi dan bentuknya membagi dan telah diputuskan dalam Rapat Anggota
    Karena perlakuan terhadap SHU disepakati anggota melalui RAT dengan mengacu kepada UU dan AD/ART, maka kalupun SHU itu negatif maka RAT yang akan memutuskan, sehingga resiko dibagi bersama atau ditutup dari cadangan, bukan dari pos yang lain. Intinya SHU positif atau negatif pembebanannya dibagi kepada anggota.Oleh sebab itu bila terjadi SHU negatif maka anggota perlu mengoreksi, negatif karena bisnis, negatif karena salah kelola, negatif karena salah kebijaksanaan atau negatif karena salah prosedur atau negatif karena penyalahgunaan pengelolaan. Jadi mind set SHU dibagi, tetap dipertahankan sehingga akan mendorong pengelola bertanggung jawab dalam mengelola usahanya. Kami juga sependapat kalau SHU itu pasang surut setiap tahun.Bukankah visi tiap tiap koperasi untuk mendapat SHU positif.
    Untuk memupuk permodalan dapat dihimbau dari Anggota bahwa bagian SHU Anggota tidak diterima tunai tetapi dapat dimasukkan sebagai simpanan di koperasi sebagai Tabungan Anggota atau sebagai simpanan berjangka, dengan demikian Koperasi mendapat tambahan modal , anggota dapat jasa simpanan sehingga sama diuntungkan antara koperasi dan anggota. Dalam Koperasi walaupun Badan Hukum sebagai badan Usaha tetapi rohnya koperasi tidak terlepas dari tujuan dan azas koperasi yaitu kesejahteraan anggota yang merupakan jati diri koperasi, ini yang membedakan bisnis murni pengusaha yang untungnya/labanya untuk pribadi.
    Mohon baca UU No.25/1992 tentang Perkoperasian.

    Sri Sayektining Rahayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s