Rebutan Kue Ketua Dekopin Karena APBN?

Menggelitik menanggapi pertanyaan sesepuh koperasi Pak Asnawi Hasan. “Dekopin kita Dekopin beneran bukan?” Pertanyaan itu muncul sebagai respons kondisi Dekopin saat ini dengan dualisme kepemimpinan:Adi Sasono dan Nurdin Halid. Kendati, pemerintah telah menetapkan kepemimpinan Dekopin yang sah adalah Dekopin Adi Sasono. Secara de facto, Dekopin Adi Sasono didukung mayoritas anggota dan menjalankan program2 pengembangan koperasi dengan dana anggaran pemerintah mencapai ratusan miliar rupiah. Sementara secara de jure, Dekopin kepemimpinan Sri Edi Swasono yang saat ini diganti oleh Nurdin Halid lewat RA Juni lalu adalah Dekopin yang sah. Namun, secara de facto, Dekopin Sri-Edi Swasono tidak punya massa riil dan minim kegiatan pengembangan koperasi.
Beberapa pegiat koperasi mengaku, tidak berpihak ke kedua Dekopin. “Saya tidak memihak kemana-mana,” kata H. Sugiharto, Ketua KSU Tunas Jaya. Demikian juga yang diungkapkan Manajer Kopdit Melati RAY Susilo. “Saya tidak memihak Dekopin Pak Adi Sasono maupun Pak Sri Edi Swasono.”
Kedua pegiat koperasi itu sepakat, seharusnya Dekopin mandiri. “Coba buktikan, Pak Adi Sasono berani ga terus jalan tanpa APBN. Kalau butuh dana, iuran anggota yang harus digiatkan. Bukan tergantung pada APBN semata,” kata Ray.
Sebelum dualisme kepemimpinan memanas, Dekopin sudah ‘terbiasa’ dengan konflik. Banyak kalangan yang menuding APBN sebagai sumber konflik. Karena gerah dengan konflik Dekopin yang terus membara, sebagian anggota, terutama dari kalangan induk koperasi setuju kalau Dekopin mandiri, tidak tergantung APBN. Malangnya, keanggotaan induk koperasi dan suaranya di Dekopin hanya minoritas dibandingkan Dekopinwil.
Lucunya, APBN yang selama ini menjadi biang kerok konflik di Dekopin, dan manfaatnya tidak dirasakan oleh koperasi karena banyak program yang impelementasinya tidak jelas, malah diklaim pemerintah sebagai keberpihakan pemerintah ke koperasi. Hal ini diungkapkan oleh Sutrisno Iwantono. “Pemerintah merasa telah membantu koperasi, berpihak ke koperasi dengan dana APBN yang digulirkan ke Dekopin,” jelasnya. Padahal, dana APBN yang digunakan Dekopin, tidak menyentuh kepentingan koperasi, imbuhnya. “Bahkan, seharusnya bantuan APBN, atau kredit langsung diberikan ke anggota, jangan ke koperasi. Kalau anggotanya maju, koperasinya maju.”
Banyak kalangan juga percaya, dualisme kepemimpinan yang saat ini terjadi juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan APBN. “Coba kalau APBN-nya tidak ada, masih pada rebutan untuk memimpin Dekopin?Saya rasa tidak,” kata H.Sugiharto.

One thought on “Rebutan Kue Ketua Dekopin Karena APBN?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s