Optimis di Saat Krisis

Krisis global yang mulai melanda perekonomian dunia pada pertengahan tahun lalu, telah merambah cepat pada perkoperasian Indonesia. Sejumlah pegiat koperasi mengaku ada penurunan omset. Namun, banyak pula yang optimis bisa berkinerja lebih baik. “Kami anggap krisis sekarang sebagai peluang,” kata Sadari, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Wira Karya Jaya (Kowika Jaya). Ia optimis, target pendapatan tahun ini bisa achieve. Demikian juga Hj. Yoos Luthfi, Ketua Puskowanjati. “Saya yakin krisis ini tidak akan berpengaruh pada kinerja koperasi kami. Kenapa, anggota kami kebanyakan masyarakat kecil yang tidak bertransaksi dengan dolar. Usaha mereka juga tidak berorientasi ekspor,” ujarnya optimis. Lain halnya dengan Muhammad Guntur, Manajer Kopdit Sehati. Kendati yakin bisa melalui tahun ini dengan lebih baik, ia mengakui krisis telah berimbas pada kenaikan NPL di koperasinya. “Tidak terlalu besar, tapi harus serius diperhatikan,” ujarnya saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Pejaten, Pasar Minggu, Jaksel beberapa waktu lalu. Ditambahkannya, anggota yang nunggak kebanyakan dikarenakan usahanya macet. “Ada yang menjadi pemulung. Berhubung sekarang kertas bekas tidak ada harganya, pendapatan mereka turun drastis. Begitupun juga barang bekas lain,” jelasnya. Selain pemulung, anggota yang terpukul dengan krisis sekarang adalah para sopir angkot. “Mereka mengatakan meskipun BBM turun penumpang tetap sepi. Jadi jatah nariknya juga berkurang,” ujarnya. Anggota lain yang angsurannya macet, menurutnya, karyawan yang kena PHK. “Dengan kondisi ini, kami menjadwal ulang pembayaran angsuran ,” jelas Guntur. Kendati angsuran ngadat, Guntur salut akan kesadaran anggotanya yang menginformasikan kesulitannya. “Mereka datang ke koperasi ngasih tahu kondisi keuangann usahanya. Dengan tahu jauh-jauh hari, kami bisa mengantisipasinya dari awal,” jelas pria berdarah Jawa ini. Kendati kondisi sekarang sulit, Guntur mengaku tahun ini Sehati akan lebih baik. “Penurunan kinerja tahun kemarin dikarenakan penurunan bunga pinjaman, padahal beban operasional koperasi meningkat,” ujarnya. Namun, bukan berarti dalam rangka mengejar kenaikan omset, Sehati akan jor-joran mengucurkan kredit. “Tahun ini kami tentu lebih selektif dong,” ujarnya. Penurunan omset juga dialami KSP Mitra Keluarga (Komiga) yang ngantor di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. “Akhir Desember tahun lalu ada penurunan omset sekitar 10%-20%,”ujar Tugirin, MM, Ketua Komiga. Penurunan itu, menurutnya, disebabkan banyak buruh yang merupakan pelanggan pedagang warung makan yang menjadi calon anggota Komiga di-PHK. “Tapi, bukan hanya pedagang warung makan di sentra industri saja yang lesu. Pedagang warung makan di daerah Thamrin yang menjadi calon anggota kami juga mengalami penurunan penjualan,”jelas Tugirin. Kendati kinerjanya sempat turun, Tugirin mengaku optimis, tahun ini lebih baik. “Saya juga yakin target pendapatan akan tercapai,” ujarnya. Untuk itu, ia lebih aktif menggalang kerjasama dengan lembaga lain seperti BPR dan pemerintah. “Dengan strategi ini, saya yakin, 2009 lebih baik,” kata Tugirin.cimg2771

One thought on “Optimis di Saat Krisis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s