21 02 2012

Pemikiran Immanuel Kant

Pengaruhnya Pada Filsafat, Modernisme dan Psikologi

 

I. Pendahuluan

“Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Demikian salah satu kutipan pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf besar pada abad pencerahan. Ia menunjukkan jalan terbuka dalam membangun suatu proses subyektif dan obyektif pengetahuan agar pengetahuan tidak menjadi buta dan berat sebelah. Bagi Kant ilmu pengetahuan dalam bekerja harus memenuhi syarat obyektif maupun subyektif (Awuy, 1993).

Kant mengubah wajah filsafat secara radikal dengan titik sentral manusia sebagai subjek berpikir terinspirasi dari Copernican Revolution yakni revolusi pemikiran yang dilakukan Kant dalam mencari sumber pengetahuan pada diri manusia, khususnya mengenai fenomena yang mementingkan kesadaran subjek yang kemudian melahirkan idealisme yang memuncak pada Hegel. Juga mengenai apriori telah melahirkan sentralitas subjek sebagai penentu kebenaran sebuah pengetahuan.

Dengan revolusi ini, filsafat Kant tidak dimulai dengan penyelidikan benda sebagai objek, tetapi dengan menyelidiki struktur-struktur subyek yang memungkinkan benda-benda diketahui sebagai obyek. Dulunya para filsuf mencoba memahami pengenalan dengan mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri kepada obyek (Dister, 1992).

Kant lahir di Konisberg, Kerajaan Prussia Timur, sekarang Kaliningrad, Rusia. Kant mengusung  kembali metafisika dengan versi baru, berbeda dengan metafisika tradisional. Sebelumnya, metafisika tidak diakui oleh David Hume, salah stau filsuf yang berpengaruh pada pemikiran Kant, beraliran empirisme.

Immanuel Kant lahir dan besar dalam lingkungan keluarga religius. Semasa hidupnya Kant tidak menikah. Ia seorang yang  hidup tertib dan disiplin. Kant jarang keluar dari kota kelahirannya yakni Konisberg yang sekarang dikenal sebagai Kaliningrad, Rusia. Ia tidak pernah bepergian keluar dari provinsi tempat tinggalnya, Prusia Timur. Sehingga Kant selama hidupnya tidak pernah bepergian lebih dari 40 mil dari rumahnya di Konisberg. Padahal, Immanuel Kant mengajar dan menulis ilmu geografi.

Ayah Kant bernama Johann Georg Kant, seorang ahli pembuat baju zirah (baju besi) yang dikemudian hari dikenal sebagai ahli perdagangan. Ibu Kant bernama Anna Regina Kant.

Kant menempuh pendidikan dasar di Saint George’s Hospital School. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke Collegium Fredericianum. Kant kuliah di University of Königsberg  mempelajari filosofi, matematika, dan ilmu alam. Pada tahun 1755-1770 Kant bekerja sebagai dosen sambil terus mempublikasikan beberapa naskah ilmiah. Ia mendapat gelar profesor dari University of Königsberg pada 1770.

Kant hidup pada abad aufklarung (pencerahan). Ia mengenal pemikiran Voltaire dan Hume melalui karya dua filsuf besar itu. Sebelum bersentuhan dengan pemikiran filsafat, Kant terpengaruh dengan ajaran pietisme yang dianut ibunya. Pietisme adalah ajaran agama Pietist yakni agama di Jerman yang mendasarkan keyakinannya pada pengalaman religius dan studi kitab suci. Pembahasan tentang Kant dalam makalah ini mengupas epistemologi, etika atau filsafat moral, dan metafisika yang menjadi concern pemikiran Kant serta pengaruh pemikiran Kant pada filsafat, modernisme dan  psikologi.

II. Literature Review

Filsafat menurut Immanuel Kant adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup empat persoalan: 1) apakah yang dapat kita kerjakan (jawabannya metafisika) 2)apakah yang seharusnya kita kerjakan (etika) 3) sampai di manakah harapan kita (agama) 4) apakah yang dinamakan manusia (antropologi). Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada (Plato). Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (Aristoteles).

Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di zaman modern. Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa itu ‘modernisme’. Walaupun demikian, ‘modernisme’ pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia ‘modern’, dan dunia modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktik dan teori kapitalisme, industrialisme, dan negara-bangsa (Wikipedia).

Secara harfiah psikologi bisa diartikan sebagai ilmu jiwa karena berasal dari Bahasa Yunani yakni psyche (jiwa), logos (ilmu). Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya (Sarlito Wirawan W, 2010).

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yakni episteme (pengetahuan) dan logos (kata atau pembicaraan atau ilmu). Sehingga epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. (Wikipedia)

Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio (Scruton, 1996). Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia.(Wikipedia). Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. (Wikipedia)

Metafisika berasal Bahasa Yunani yakni meta artinya setelah atau di balik dan phisika artinya hal-hal di alam. Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia.

Etika berasal dari Yunani Kuno yakni “ethikos” artinya “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. (Wikipedia)

III.Pokok Bahasan

 

A.Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)

Epistemologi atau teori pengetahuan berhubungan dengan hakikat ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia yang diperoleh melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.

Kant menganggap kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Untuk pengenalan, Kant berargumen bahwa obyek mengarahkan diri ke subyek. Tidak seperti filsuf sebelumnya yang mencoba mengerti pengenalan dengan mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri ke obyek.

Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yakni fakultas penerimaan kesan-kesan inderawi (sensibility) dan fakultas pemahaman (understanding) yang membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan inderawi yang diperoleh melalui fakultas pertama.

Kedua fakultas saling membutuhkan dalam rangka mencapai suatu pengetahuan. Fakultas penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan a apriori intuisi ruang dan waktu. Fakultas pemahaman bertugas memasak yaitu menyatukan dan mensintesakan pengalaman-pengalaman yang telah diterima dan ditata oleh fakultas penerima selanjutnya diputuskan.

Dalam bekerja, fakultas pemahaman memiliki sarana yang disebut kategori terdiri dari 12 item menjadi syarat apriori.  Kedua belas kategori ini adalah  kuantitas (universal, particular, singular), kualitas (affirmative, negative, infinitive), relasi (categorical, hypothetical, disjunctive) dan modalitas (problematical, assertorical, apotidical).

Menurut Kant meskipun seluruh ide dan konsep manusia bersifat apriori sehingga ada kebenaran apriori, namun ide dan konsep hanya dapat diaplikasikan apabila ada pengalaman. Tanpa pengalaman, seluruh ide dan konsep serta kebenaran tidak akan pernah bisa diaplikasikan. Akal budi manusia hanya bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman. Oleh karena itu akal budi dan pengalaman inderawi, tidak dapat dianggap sebagai dasar menyatakan keberadaan Tuhan. Bagi Kant, eksistensi Tuhan diperlukan sebagai postulat bagi kehidupan moralitas (Hick, 1979). Pembahasan epistemologi Kant dikaitkan dengan dua karyanya Kritik atas Rasio Murni dan Kritik Rasio Praktis.

Kritik atas Rasio Murni

Kritik atas rasio murni (Critique of Pure Reason) merupakan karya pertama Immanuel Kant. Critique of Pure Reason memuat pemikiran Kant tentang estetika transendental, analitika transendental dan dialektika transendetal.

Dalam “Kritik atas Rasio Murni”  Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan  bersifat umum, mutlak, dan memberi pengertian baru. Untuk  itu ia terlebih dahulu membedakan adanya tiga macam pengetahuan atau keputusan yakni pertama, keputusan analitis a priori yang menempatkan predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (misalnya, setiap benda menempati ruang).

Kedua, keputusan sintesis aposteriori dengan predikat dihubungkan subjek berdasarkan pengalaman inderawi, karma dinyatakan setelah mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui.Misalnya meja itu bagus.

Ketiga, keputusan apriori menggunakan sumber pengetahuan yang bersifat sintesis tetapi bersifat apriori juga. Misalnya keputusan “segala kejadian mempunyai sebabnya”. Ilmu eksakta, mekanika, dan ilmu pengetahuan alam disusun  atas putusan sintesis bersifat apriori. Kant menyebut keputusan jenis ketiga sebagai syarat dasar sebuah pengetahuan (ilmiah) dipenuhi yakni bersifat umum dan mutlak serta memberi pengetahuan baru.

Pengetahuan merupakan sintesa dari unsur-unsur yang ada sebelum pengalaman yakni unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur yang ada setelah pengalaman yaitu unsur-unsur aposteriori. Proses sintesis ini terjadi dalam tiga tahap.Pertama, pencerapan inderawi (sinneswahrnehmung). Kedua, akal budi (verstand). Ketiga, intelektual atau rasio (versnunft). Pencerapan inderawi masuk dalam estetika transendental, akal budi ada pada bagian analitikal transendental, rasio masuk dalam dialektika transendental.

Pertama, pencerapan indrawi (sinneswahrehmung) Menurut Kant pencerapan inderawi adalah tingkat pengetahuan manusia pertama dan terendah. Data-data inderawi harus di buktikan dulu dengan 12 kategori, baru dapat di putuskan. Demikian proses kritisisme rasionalisme ala Immanuel Kant. Metodologi ini kemudian dikenal dengan metode induksi, dari partikular data-data terkecil baru mencapai kesimpulan universal.

Menurut Immanuel Kant,  manusia sudah mendapatkan 12 kategori tersebut sejak lahir. Teori ini terinspirasi dunia ide Plato. Immanuel Kant beranggapan bahwa data inderawi manusia hanya bisa menentukan fenomena saja. Fenomena adalah sesuatu yang tampak, hanya memperlihatkan fisiknya saja.

Kedua, akal budi (verstand) Tugas akal budi adalah menyusun dan menghubungkan data-data inderawi, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan. Pengetahuan akal budi baru diperoleh ketika terjadi sintesis antara pengalaman inderawi dengan bentuk-bentuk a priori yang disebut dengan kategori. Dalam menerapkan kategori-kategori ini, akal budi bekerja sedemikian rupa sehingga kategori-kategori itu hanya cocok dengan data-data yang dikenainya saja. Melalui kategori, Kant seperti menjelaskan sahnya ilmu pengetahuan alam.

Ketiga, intelek atau rasio (versnunft). Menurut Kant intelekt atau rasio (versnunft) adalah kemampuan asasi (principien) yang menciptakan pengertian-pengertian murni dan mutlak karena rasio memasukkan pengetahuan khusus ke dalam pengetahuan yang bersifat umum. Tugas intelek adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat di bawahnya yakni akal budi (verstand) dan tingkat pengalaman inderawi (senneswahnehmung).

Rasio berbeda dengan akal budi. Rasio (versnunft) menghasilkan ide-ide transcendental. Akal budi berkaitan dengan penampakan. Rasio menerima konsep-konsep dan putusan akal budi menemukan kesatuan (Kant, 1990).

Dalam dialektika transendental Kant menyebut tiga ide rasio murni atau idea transendental yakni idea psikis (jiwa), idea kosmologis (dunia), dan idea teologis (Tuhan). Ide jiwa menyatakan dan mendasari segala gejala batiniah (psikis), ide dunia menyatakan gejala jasmani, dan ide Tuhan mendasari semua gejala, baik yang bersifat jasmani maupun rohani (psikis) (Kant, 1990).

Meskipun ketiga ide di atas mengatur argumentasi tentang pengalaman, tetapi ketiga ide itu tidak termasuk pengalaman karena ke-12 kategori tidak dapat diberlakukan pada ide transendental ini disebabkan ketiganya bukan obyek pengalaman.

Pengalaman hanya terjadi dalam fenomena, padahal ketiga ide itu berada di dunia nomena, yang tidak tampak. Ide tentang jiwa, dunia, dan Tuhan bukan pengertian tentang kenyataan inderawi, bukan benda pada dirinya sendiri (das ding an sich). Ketiganya merupakan postulat epistemology yang berada di luar teoritis empiris.

Kritik atas Rasio Praktis

Dalam Kritik der Pratischen Vernunft (1788)  atau  Kritik atas Rasio Praktis Kant menyatakan bahwa rasio dapat menjalankan ilmu pengetahuan.  Sehingga  rasio disebut sebagai rasio teoretis  atau rasio murni. Selain rasio murni, ada rasio praktis yaitu rasio yang mengatakan apa yang harus kita lakukan atau rasio yang memberikan perintah kepada kehendak manusia.

Kant beranggapan bahwa ada tiga hal yang harus diandaikan supaya tingkah laku manusia tidak menjadi mustahil. Kant meyebut tiga hal tersebut  sebagai postulat  rasio praktis yaitu 1) Free will yakni kehendak yang bebas; 2) Keabadian jiwa yaitu immortalitas jiwa yang menjelaskan bahwa manusia secara fisik mati, tetapi jiwa tak pernah mati. Sehingga ide bersifat abstrak dan posisinya di atas segala sesuatu yang ada di dunia. 3) Tuhan.

 

 

B.Kritisisme

Perjalanan Kant hingga menemukan kritisisme dibagi dalam dua fase: tahap pra kritis dan kritis dengan tahun 1770 sebagai batasnya ketika Kant menjabat sebagai guru besar filsafat (Hadiwijono, 1980:64). Namun, sumber lain mengatakan masa pra kritis adalah sebelum Kant bertemu dengan David Hume. Immanuel Kant mengatakan bahwa Hume adalah pihak yang membangunkan ia dari kelelapan sejenak yang diliputi dogmatism (Delfaauw, 1992:120).

Era pra kritis Kant ditandai dengan dominasi pengaruh tokoh-tokoh rasionalisme seperti Plato, Leibniz dan Wolf, juga tokoh empirisme David Hume. Tulisan-tulisan Kant pada masa ini cenderung mengarah pada metafisika rasional (Delfgaauw, 1992).

Setelah Immanuel Kant memasuki masa kritis, ia mengubah pemikirannya lebih radikal. Ia menamakan filsafatnya sebagai kritisisme dan  mempertentangkannya dengan dogmatisme (Guyer, 1995). Filsafat Kant disebut kritisisme karena ia tidak membenarkan penggunaan kemampuan rasio semata-mata dalam memahami realitas pada dirinya. Menurut Kant rasio memiliki keterbatasan yang hanya sampai pada dunia penginderaan (fenomena).

Kritisisme dapat disebut sebagai sintesa rasionalisme dan empirisme yang secara prinsip dituangkan Kant dalam buku Critique of Pure Reason. Rasionalisme dan empirisme mempunyai pengaruh besar filsafat modern (1500-1900). Pengandaian-pengandaian terhadap sistem pengetahuan tidak bisa begitu saja terlepas dari dua aliran ini yang saling bertentangan. Pertentangan dan perdebatan antara kedua aliran ini yang disebut antinomy berusaha didamaikan Kant.

Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme, dalam hal bahwa ketiganya bertujuan untuk menyediakan sebuah wahana bagi diskursus sosial dan filsafat di luar kepercayaan keagamaan atau takhayul. Namun demikian ada perbedaan antara ketiganya.

Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental  René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental.

Menurut Kant rasionalisme mengutamakan unsur-unsur apriori dalam pengenalan yakni unsur-unsur yang yang terlepas dari semua pengalaman seperti ide-ide bawaan Descrates.

Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika lahir. Pernyataan ilmiah harus berdasarkan  pengamatan atau pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimen yang harus dapat diulang dan menghasilkan secara konsisten untuk mengembangkan teori yang bertujuan menjelaskan fenomena alam.

Empirisme menekankan unsur-unsur aposteriori yakni unsur-unsur yang berasal dari pengalaman seperti Locke yang menganggap rasio as a white paper. Empirisme lahir di Inggris. Tokohnya adalah David Hume, George Berkeley dan John Locke.

Kant mengkritik empirisme harus dilandasi dengan teori-teori rasionalisme sebelum di anggap sah melalui epistomologi. Karena Kant menganggap empirisme (pengalaman) itu bersifat relatif bila tanpa ada landasan teorinya. Misalnya air akan mendidih jika dipanaskan berlaku di daerah tropis. Tetapi jika di daerah kutub bersuhu di bawah 0 derajat, air yang dipanaskan tidak akan mendidih karena air akan menjadi dingin.

Kant beranggapan bahwa kaum empiris memberikan tekanan terlalu besar pada pengalaman inderawi. Padahal data inderawi harus dibuktikan atau dicek dengan 12 kategori ‘apriori’ rasio, setelah itu baru bisa dinyatakan sah.

Kant juga mengkritik kaum rasionalis melangkah terlalu jauh dengan  pernyataan mereka tentang seberapa banyak akal dapat memberikan sumbangan.Baik rasionalisme maupun empirisme, kata Kant, keduanya berat sebelah. Kant beranggapan bahwa rasionalisme dan empirisme sama-sama benar separuh, tetapi juga sama-sama salah separuh. Jadi, baik ‘indera’ maupun ‘akal’ sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia (Gaarder, 1999).

Posisi empirisme dan rasionalisme yang menurut Immanuel Kant berat sebelah kemudian berusaha diseimbangkan dengan menjelaskan bahwa pengenalan manusia merupakan gabungan antara unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur a posteriori (Scruton, 1997). Kritisisme Kant menggabungkan dunia ide Plato ‘apriori’ dengan pengalaman yang bersifat ‘aposteriori’. Apriori artinya sebelum dibuktikan, kita sudah percaya misalnya Tuhan. Meski mengkritik sekaligus menggabungkan rasionalisme dan empirisme, beberapa ilmuwan melihat Kant lebih rasional. Hal itu terlihat pada tiga postulat dalam kritik atas rasio praktis.

C.Metafisika

Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta? Cabang utama metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya.

Tokoh filsuf empirisme David Hume menghancurkan segala kemungkinan munculnya kembali sistem metafisika yang mengklaim kemampuan rasio (akal) manusia mencapai realitas sesungguhnya. Hume hanya mau bersandar pada apa yang bisa diamati melalui inderawi. Kritik pedas Hume pada metafisika membangunkan Kant dari tidur dogmatisnya (Kant, 1997). Dari Hume, Kant menyadari bahwa disiplin metafisika telah melalaikan keterbatasan pengetahuan manusia dalam memahami realitas sesungguhnya.

Pemikiran Hume dan Kant meminjam istilah posmodernisme, disebut narasi besar yakni ingin mempertanyakan kembali wacana wacana metafisik yang selalu bergulat. Gagasan metafisis tentang Tuhan, esensi, substansi, hakiki, ruh sulit diterima karena bersifat apriori.

Berbeda dengan Hume yang menolak metafisika, Kant mempertanyakan metafisika untuk merekonstruksi metafisika yang sudah ada. Ia membuang metafisika tradisional yang diwariskan  Aristoteles (filsuf Yunani) dan Thomas (filsuf skolastik) dengan eviden sebagai dasarnya. Eviden yang dimaksud Kant adalah dualisme kritisisme yang ekstrem yakni pengetahuan dan kenyataan yang terpisah oleh jurang yang tidak dapat diseberangi.

Metafisika tradisional menganggap Tuhan sebagai causa prima (penyebab pertama dari segala sesuatu). Asumsi ini ditolak Kant. Menurutnya Tuhan bukanlah obyek pengalaman dengan kategori kausalitas pada tingkat akal budi (verstand), melainkan ada pada bidang atau pandangan yang melampaui akal budi, yakni bidang rasio (vernunft).

Bagi Kant, pembuktian Tuhan sebagai causa prima tidak bisa diterima. Ada tidaknya Tuhan mustahil dibuktikan. Tuhan ditempatkan Kant sebagai postulat bagi tindakan moral pada rasio praktis.

Langkah awal Kant dalam merekonstruksi metafisika adalah mengungkapkan dua keputusan yakni sintetik dan analitik seperti dimuat dalam Critique of Pure Reason (Kritik Rasio Murni). Keputusan sintetik adalah keputusan dengan predikat tidak ada dalam konsep subyek yang artinya menambahkan sesuatu yang baru pada subyek (Adian, 2000). Keputusan analitik adalah keputusan dengan predikat terkandung dalam subyek. Misalnya proposisi semua tubuh berkeluasan. Predikat berkeluasan sudah terkandung dalam semua tubuh(Adian, 2000).

Menurut Kant,  dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik a priori seperti yang ada di dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berdasar kepada fakta empiris.  Kant menamakan metafisika sebagai “ilusi transenden” (a transcendental illusion). Menurut Kant, pernyataan-pernyataan metafisika tidak memiliki nilai epistemologis.  

 

D.Etika  (Filsafat Moral)

Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan manusia. Secara metodologis, etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Sehingga etika merupakan suatu ilmu dengan objeknya adalah tingkah laku manusia dengan sudut pandang normatif.

Pemikiran berhubungan dengan moralitas sebelum Kant dicari dalam tatanan alam (Stoa, Spinoza), hukum kodrat (Thomas Aquinas), hasrat mencapai kebahagiaan (filsafat pra Kant), pengalaman nikmat atau hedon (Epikuros), perasaan moral (David Hume), kehendak Tuhan (Agustinus, Thomas Aquinas).

Filsafat moral Kant menyatakan kesadaran moral merupakan fakta yang tidak dapat dibantah meskipun bukan obyek inderawi, namun membuka kenyataan bidang realitas adi inderawi. Sehingga satu-satunya cara untuk klaim moralitas atas keabsahan universal melalui subyek itu sendiri.

Karya Kant tentang filsafat moral antara lain The Foundations of the Methaphysics of Morals (1785), Critique of Practical Reason (1788), dan Metaphysics of Morals (1797). Dua buku pertama meletakkan etika dasar etika. Metafisika moral menguraikan norma dan keutamaan moral.

Kant mengembangkan prinsip etika dari paham akal budi praktis. Kant mengandaikan baik bukan hanya dari beberapa segi, tetapi baik secara mutlak. Menurut Kant, yang baik tanpa pembatasan sama sekali adalah kehendak baik. Kehendak baik selalu baik dan dalam kebaikannya tidak tergantung pada sesuatu di luarnya (otonom). Orang berkehendak baik karena menguntungkan, tergerak oleh perasaan belas kasih, memenuhi kewajiban demi kewajiban. Kehendak baik karena memenuhi kewajiban demi kewajiban disebut Kant sebagai moralitas.

Pengukuran moralitas menurut Kant bukan pada hasil. Karena perbuatan baik tidak membuktikan kehendak baik. Tetapi pada kehendak pelaku apakah ditentukan oleh kenyataan bahwa perbuatan itu kewajibannya. Kant selalu merasa bahwa perbedaan antara benar dan salah adalah masalah akal, bukan perasaan (Gaarder, 1999). Teori moralitas Kant disebut Imperatif Kategoris.

Imperatif kategoris

Merupakan teori yang diciptakan Kant dengan penekanan kepada otonomi individu dalam mengambil keputusan moral. Imperatif kategoris merupakan suatu panduan untuk menguji apakah suatu tindakan dapat disebut bermoral atau tidak.

Suatu prinsip bisa dikatakan sebagai imperatif kategoris jika prinsip itu sudah melewati pengujian yang dilakukan imperatif kategoris. Kita harus mengandaikan bahwa prinsip atau maksud tindakan kita dapat dijadikan menjadi hukum universal sehingga semua orang dapat bertindak sesuai dengan prinsip tersebut. Dengan demikian, kita harus mengandaikan bahwa prinsip yang dipakai  dapat digunakan sebagai hukum universal, bagi siapapun seolah olah tidak ada alternatif lain. Imperatif kategoris ini terlihat berseberangan dengan egoisme psikologis.

Egoisme Psikologis

Teori egoisme psikologis menyatakan bahwa manusia selalu bertindak sesuai dengan kepentingan diri (self interest) dan tidak mungkin bisa lepas dari kepentingan diri. Bahkan ketika tindakan itu ditujukan untuk orang lain, sebenarnya dilakukan untuk dirinya sendiri. Egoisme psikologis berusaha membantu manusia menyadari bahwa seseorang melakukan tindakan yang tampaknya tidak mempedulikan kepentingannya sendiri, tetapi sebenarnya ia bertindak karena didorong oleh kepentingan diri dia sendiri. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan tidak ada tindakan manusia yang sepenuhnya terlepas dari kepentingan dirinya sendiri.

Kritik terhadap egoisme psikologis. Pertama, orang bertindak sesuai dengan apa yang paling diinginkan tidak lagi merupakan hipotesis empiris yang bisa dinilai benar atau salah. Kedua, kritik logis. Fakta bahwa manusia selalu melakukan hal yang paling diinginkan tidak  selalu berarti bertindak egois dan tidak pernah bisa melakukan tindakan moral.

 

E.Pengaruh Pemikiran Kant Pada Filsafat  dan Modernisme

Pemikiran Kant mempengaruhi filsuf setelahnya, salah satunya melahirkan kantianisme. Kantianisme adalah etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban, maka pemeliharaan sebagai etika kewajiban. Paham kantianisme adalah paham yang menyatakan keadaan tidak peduli terhadap keputusan yang diambil.

Neo Kantianisme adalah aliran filsafat idealisme yang muncul di Jerman pada tahun 1860 an atau abad ke 19 (Filsafat Modern). Neo kantianisme bisa diartikan kembali kepada Kant, yaitu mengembangkan kembali unsur-unsur idealis, metafisis dan dialektis. Slogan “kembali kepada Kant” ini dicetuskan oleh Otto Liebmann pada tahun 1965.

Pemikiran Kant melahirkan tradisi baru berupa kritik terhadap sumber ilmu pengetahuan. Ia juga telah mendamaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme melalui filsafat kritisisme dengan memberi peran kepada unsur empiris (aposteriori) dengan unsur rasio (apriori).

Kritisisme Kant merupakan sintesis antara dua tendensi (kecenderungan) modern yakni: Rasionalisme (di satu sisi) ke tingkat ekstrim dalam idealisme Hegel dan Empirisme (di sisi lain) ke tingkat ekstrim dalam positivisme August Comte

Konsep “obyektivitas” yang dibentuk atau dipengaruhi oleh pengalaman subyektif mengalami puncak pada “konstruktivisme postmodernisme”  yakni segala klaim tentang realitas adalah hasil kostruksi pemikiran manusia sendiri. Misalnya: hermeunetika, strukturalisme.

Post metafisika Kant dibahas dalam Filsafat Kontemporer (setelah abad 19) seperti: fenomenologi, linguistik analilitis, positivisme logis dan liguistik, dan strukturalisme. Filsafat Kontemporer yang post-metafisik adalah eksistensialisme yang diterapkan dalam dunia manusia tanpa unsur metafisik, strukturalisme, marxisme, dan pragmatisme.

Penentuan rasional ilmiah (fenomena) dan tidak rasional ilmiah (noumena). Sejak abad ke-20, hal ini ditentang oleh Post-modernisme yang mengaburkan konsep “rasionalitas.” Konsep Kant bahwa yang bisa diketahui hanya fenomena, pada akhirnya nanti menjadi lebih radikal dalam post-modernisme nihilistik.

Hingga zaman sekarang pengaruh Kant sangat besar hingga mempengaruhi filsuf postmodernis seperti Lyotard (Bartens, 2001). Franz Magnis Suseno (1992) menyebut Kant sebagai filsuf paling besar pengaruhnya salama kurun waktu 500 tahun terakhir.

Tokoh-tokoh yang menganut paham ini di antaranya adalah Otto Liebmann, Kuno Fischer, Hermann von Helmholtz, Friedrich Albert Lange, Eduard Zeller, African Spir, Hermann Cohen, Alois Riehl. Aliran neokantianisme dalam perkembangannya melahirkan beberapa mazhab, seperti Mazhab Marburg yang didirikan oleh Cohen, Mazhab Goettingen yang didirikan oleh Jacob Fridrich Fries, dan Mazhab Heidelberg yang dirintis oleh Wilhelm Windelband dan memilki jurnal bernama Logos.

Buah pikiran Immanuel Kant dalam tataran kritik atas rasio praktis yang menjadi kaidah bagi kehidupan manusia modern seperti 1)Maksim-maksim (kaidah-kaidah pribadi) yang berbeda pada setiap orang mulai dari aturan yang permanen dan bersifat pribadi sampai dengan aturan yang bisa berubah-ubah; 2)Undang-undang (kaidah umum) yakni aturan yang resmi/formal dan bersifat eksternal (datang dari luar diri kita); 3)Imperatif hipotetis (seandainya, harus).4) Imperatif kategoris (aturan mutlak). Aturan ini mencakup totalitas hidup yang mendasar. Contoh: Harus menepati janji, jangan berbohong.

Pemikiran Kant yang lain yang berpengaruh yakni tujuan moral adalah “kebahagiaan” (eudaimonisme). Kehidupan moral bisa dipahami dan ada artinya (make-sense), jika memegang tiga hal sebagai postulatnya: a) Ada kebebasan untuk memilih ataupun tidak memilih. b)Ada jiwa: unsur psikis sejauh wilayah psikologis. C) Ada Tuhan yang bisa mengganjar kehidupan moral orang-orang baik di dunia dan akhirat.

Rasionalisme dalam kehidupan modern adalah pengaruh pemikiran Immanuel Kant. Rasional pada tingkat teoretis harus mempunyai dasar yang jelas (fundationalistik). Rasional pada tingkat praktis harus bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan nalar. Agama berdasarkan rasional tidak mungkin. Agama bernilai karena memberi dasar moral.

 

F.Pengaruh Pemikiran Kant Pada Psikologi

Dalam ranah Psikologi Kepribadian pemikiran Kant masuk dalam teori yang disusun berdasar pemikiran spekulatif berdasarkan  metodologi yang digunakan menyusun suatu teori. Pemikiran Immanuel Kant masuk dalam teori temperamen ketika menggolongkan atas dasar komponen kepribadian yang dipakai sebagai titik tolak dalam penyusunan perumusan teoritis, dan teori yang mempunyai cara pendekatan tipologis.

Teori Immanuel Kant tentang kepribadian manusia sebagian terdapat dalam Critique der praktischen vernunft (1788) dan Anthropologie (1799). Watak (character) dalam arti normatif terdapat dalam Critique der praktischen vernunft. Watak sebagai kualitas pembeda satu orang dengan yang lain secara khas terdapat dalam Anthropologie.

Kant juga menyinggung temperamen yang dianggapnya sebagai corak kepekaan atau sinneart, sedangkan watak sebagai corak pikiran atau denkungsart. Temperamen menurut Kant mengandung dua aspek yaitu: 1) Aspek fisiologis yaitu konstitusi tubuh, kompleks atau susunan cairan-cairan jasmaniah; 2) Aspek psikologis yaitu kecenderungan-kecenderungan kejiwaan yang disebabkan oleh komposisi darah.

Aspek psikologis mencakup dua tipe temperamen yakni 1) temperamen perasaan yang mencakup sanguinis dan lawannya serta melankolis; 2) temperamen kegiatan meliputi choleris dan lawannya serta phlegmatis.

 

Ikhtisar pendapat Kant

                                                                                                  Character dalam arti etis/normatif

 

Character

(Denkungsart)            Character dalam arti deskriptif                                                Sanguinis

Manusia

                                                                     Aspek fisiologis                  Temp perasaan                

                               

                                Temperament                                                                                                      (Sinheart)                                                                                                                                                                              Melancholis

                                                                      Aspek psikologis                                                            Choleris

                                                                                                                  

    Temp kegiatan

  Phlegmatis

Psikolog yang terpengaruh dengan pemikiran Kant antara lain Carl Gustav Jung (1875-1961).Ia seorang psikiater dan perintis psikologi analitik. Pengaruh  Immanuel Kant tampak pada Filsafat Timur vs Barat dan prinsip harmoni keseimbangan. Jung semula murid Sigmund Freud, namun kemudian berubah haluan. Menurut Jung kepribadian merupakan kombinasi mencakup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar.  Ia menekankan pemahaman “psyche” melalui eksplorasi mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat.

Psikolog lain yang terpengaruh pemikiran Immanuel Kant adalah Piaget, tokoh psikologi perkembangan dari Swiss yang menjabat sebagai profesor psikologi di Universitas Geneva. Piaget terkenal dengan teori perkembangan kognitif yang dipengaruhi oleh Immanuel Kant.  Teori perkembangan Piaget dibagi menjadi empat tahap yang lebih kurang sama yaitu (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang mempengaruhi semua pemikiran anak.

Salah seorang neokantianis terkenal, Enselhans, menerbitkan sebuah karya dalam disiplin ilmu psikologi kepribadian berjudul Character building (1908). Jika Kant membagi temperamen aspek psikologis menjadi dua yakni perasaan dan kegiatan, Enselhans membatasi temperamen pada perasaan saja.  Sebab dia berpendapat memang hanya itulah yang ada; apa yang disebut Kant sebagai temperamen kegiatan menurutnya adalah konstitusi afektif yang menentukan kegiatan dalam hubungan dengan kehidupan kemauan.Kepribadian (character) seseorang terlihat dari tindakan yang merupakan tindakan kemauan,kemauan adalah wujud temperamen.

Temperamen                   Kemauan                       Tindakan

 

IV.Kesimpulan

Immanuel Kant, seorang mekanis dan abstrak yang  humanis termasuk salah seorang filsuf besar pada abad ke 18 memberi pencerahan dengan filsafat kritisisme yang mendobrak dogmatism, mendamaikan pertentangan dua aliran rasionalisme dan empirisme, menghidupkan metafisika yang berbeda dengan metafisika tradisional.

Melalui Revolusi Kopernikan Kant menjadikan manusia sebagai titik sentral dengan menyelidiki struktur-struktur subyek yang memungkinkan benda-benda diketahui sebagai obyek tidak sebaliknya seperti yang biasa dilakukan filsuf sebelumnya yang mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri kepada obyek (Dister, 1992).

Inovasi pemikiran Kant dengan tiga fokus utamanya pada bidang epistemologi, metafisika, dan etika (filsafat moral) masih berpengaruh hingga sekarang baik dalam tataran ilmu khususnya Filsafat dan Psikologi maupun wilayah praktis. Wajar jika ia disebut sebagai filsuf paling berpengaruh 500 tahun terakhir oleh Frans Magniz Suseno.

 

 

 

 

 

Referensi

Adelbert Snijder. Seluas Segala Kenyataan

Suparto. Epistemologi Immanuel Kant: Sebuah Tantangan Fajar Budi, Skripsi Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Jakarta, Universitas Indonesia, 2003.

Windo Wibowo. Kritisisme Kant: Sintesis Antara Rasionalisme dan Empirisme. Jakarta, Universitas Indonesia

Sumardi Suryabrata. Psikologi Kepribadian. Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2011

Hawasi. Immanuel Kant: Langit Berbintang di Atasku Hukum Moral di Batinku. Jakarta, Poliyama Widyapustaka, 2003.

Hawasi. David Hume:Kita Mempunyai Perasaan Moral. Jakarta, Poliyana Widyapustaka, 2003.

Paul Strathern. 90 Menit Bersama Kant. Jakarta, Erlangga, 2001.

Reza A A Wattimena. Filsafat dan Sains: Sebuah Pengantar. Jakarta, Grasindo, 2008

Manfred Kuehn (2001). Kant: A Biography. Cambridge University Press

http://fajar-berbagi.blogspot.com/2011/11/jejak-sophist-di-era-modern-dan-post.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tugas-1-etika-profesi-2/

http://psychologyworld.wordpress.com/

http://filsafat.kompasiana.com/2011/06/04/seri-filsafat-immanuel-kant

http://ang-gun.blogspot.com/2009

www.scribd.com/doc/57041262/Immanuel-KantTembolok

http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2109377-tokoh-filsafat-immanuel-kant-1724/

Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 697-700

Robert Audi. 1995. The Cambridge Dictionary of Philosophy. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. Hlm. 524-525.

 

 

 

 

 

 

 

 





Once upon a day…

21 02 2012

Once upon a day there was a baby tiger left its mother near the goat pen. A mother goat who saw the tiger cub approached and invited to the cage. She then considered cub was like children of other goats. Cubs also pleased to have a new family, a goat and its goatlings which amount of five tail.

 

One afternoon there was  a tiger approached the goat pen. Mother goat scared and tried to protect her children, including cub. Cub hid behind goat’s body.  From behind the goat body, he watched a tiger, not far from the cage.

Cub found it strange tiger that  came to see the animal in a cage looks like with him. He was amazed to hear a roaring tiger. His voice sounded different. The tiger was only seen briefly them, then went. After the tiger went, cub tried to imitate a tiger sound. But what actually sound came out from him like a bleating goat. Embeeeeek





Contoh Recount Text

7 02 2012

In June two years ago me and my friends went to Yogyakarta. We got there by bus entourage. Pretty tiring journey. Moreover, there were traffic jam in the Brebes. The trip was detained several hours. Because of traffic jam, we arrived in Yogyakarta, around 10.30 pm.

We stayed at the Hotel Inna Garuda. The next day me and my entourage went to Keraton Yogyakarta. We were accompanied by a guide who explained about the function room in the palace, the heirlooms such as the collection of royal dress, spear guns, kris, gamelan, train, until photographs of the sultan and the royal family. Royal visit ended in the gallery that sells batik, and accessories. From the palace we went to Kaliurang. Misty cold air greeted us. There we went up to the lookout tower Merapi.
At night we walked on the Malioboro Road. In addition to hunting unique items as souvenirs, we also ate lesehan. However, the meal lesehan quite annoyed with the many singers who came and went. The next day we proceed to The Temple of Prambanan object. Due to time constraints, we only stopped at this temple. The journey continued to Borobudur Temple. A visit to Borobudur shorter. Because we arrived the afternoon before closing hours. From Borobudur we departed back to Jakarta.

 

 





Contoh Information Text

7 02 2012

Reni: A Tough Little Girl

Reni is a tough little girl. She is a student at SDN 14 Kampung Sawah South Jakarta grade six. In addition learn at school, Reni has to help her mother—who has five children. As the first child, Reni has to take care of her brothers and sisters. Every morning Reni wakes up at 5 p.m. She cooks rice and makes some side dishes. She also sweeps the floor. Afterthat she bathe the little sisters.
After school hour, sometimes Reni learn subject with her classmates at me. But, when she has a lot of have to do such as laundry and ironing, she doesn’t attend private lesson. Recently Reni increasingly preoccupied with household activities when her mother borns again.
Although Reni has many household activities, she always look cheerful. She doesn’t complain with her condition. She is a tough little girl.





About Discipline, Punishment, Reward, Reinforcement

7 02 2012

Discipline is an educational concept based in responsibility of the teacher to encourage and maintain appropriate and cooperative behaviors on the part of students in classroom. Discipline also as steps taken by adult to cause student to behave acceptably in school.
Reward usually related to appropriate behavior. Reward is effective only through its associations. Most of reward is similar with discipline student . But reward is not same with discipline student. Because it is also connecting to achievement. Teacher can be identify rewards that makes the children truly enjoy. Consistency in this way is important. So, rewards can be shaped to help child internalize behavioral changes that are not dependent on intrinsic rewards in the future.
Punishment is certainly an option in the overall design of classroom management, and punishment sometimes appears to be the most sensible and meaningful intervention. According to BF Skinner, punishment caused bad feelings and desire for retaliation. Punishment is effective only when it reconditions new responses to the cues for unwanted behavior. Punishment is one of discipline tools to change misbehavior student in the classroom to appropriate behavior. Discipline is a component of classroom management. So, discipline is differ from punishment.
To develop and maintain classroom routines and rules, we can adopt the four contexts of school behavior such as institutional requirements, teacher management requirements, group and peer management requirements, and developmental learning requirements. Institutional requirements may include a dress code, times of arrival and departure, breakfast or lunch procedures, playground rules, parent permission for trips and certain acitivities, codes of behavior in the halls during class transitions, and rules for behavior on school buses or with crossing guards. Teacher management requirement assigned to teacher meet their contractual obligations and the expectations of administrators, other supervisors, parents, and community. Central to meeting these requirements is effective management of an assigned group of students. Group and peer management requirements means the classroom is a social environment, and children learn from each others as well as from their teachers. Developmental learning requirements may include the child-centered approach to management emerges as a central concern. Besides, we can give rewards and punishments to develop and maintain classroom routines and rules.
Positive reinforcement can be provide with social reinforcers, activities and privileges, tangible rewards, and token. Social reinforcers such as approval, praise, attention, or physical proximity. Activities and privileges such as freedom to move around the room, use of special library books, or choice of acitivites at certain times. Tangible rewards such as objects, edibles, or certificates. Tokens to be used in a classroom economy to purchase rewards over time. Positive reinforcement should also consider fairness, spontaneous rewards, and communicate to all students about the ways to get rewards.
In teaching process, teacher likely face conflict in the classroom. When the teacher face conflict, teacher can solve it with several ways. Teacher can analyze the conflict: identifying reasonable class conditions, identifying reasonable student behaviors, analyzing current conditions through observation and accurate description, describing current conditions, targeting and prioritizing specific behaviors for change, selecting and applying intervention strategies, and evaluating and adjusting interventions. Teachers also can use action research as guide in solving their conflict. Teacher can gather data, observe, analyze, and finding out to solve conflict.





Contoh Explanation Text

7 02 2012

According to Satria Dharma, Chairman of Ikatan Guru Indonesia (IGI) or Indonesian Teachers Association. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) or International School Stubs is valuaded as failure program. There are several reasons RSBI should be stopped. First, the program is clearly not preceded RSBI complete research so that the concept is very bad.
Second, RSBI program is the wrong model. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) or Ministry of National Education create model guidelines for implementation of the new SBI (news developed), but it is happening is the development of the schools that already exist (existing school).

Third, RSBI program have gotten wrong assumption. Kemendiknas assumes that for teaching hard science in English introduction, a teacher has to have TOEFL more than 500. Fourth, there was been confussion.
Fifth, the using english language in overall teaching activity is wrong concept. With RSBI labels, the subject matter to be taught in English, while across the world such as Japan, China, actually use their national language, but students remain qualified world. Sixth, RSBI considered to have created discrimination in education. Meanwhile, the weakness of the seven confirmed, that the RSBI has also made the public schools become very commercial.
RSBI idea originally formed to improve the quality of school graduates as global human. However, the implementation RSBI more emphasis on the high cost of education, and school facilities are luxurious. Not on the learning abilities of students. So many people do not approve this program.

Teaching a child to become a global human is important. However, being human does not have to adopt the global total in the western model of education regardless of the overall condition of the nation’s affordable and equitable education for all citizen.





Membuat RPP/Lesson Plan Menggunakan Planbook

7 02 2012

Source: http://planbookedu.com/print/format/date:2012-01-15/pk:C9KRA

Week of January 15, 2012

Monday

Tuesday

Wednesday

Thursday

Friday

Lesson PlanLesson: Science
Class / Semester: II / 2
Meeting: Second
Time: 2×30 minutes (at 08 am-09 am)Competency Standards:
3. Know the various sources of energy that is often encountered in everyday life and its usefulness.

Basic Competence:
3.1 Identify sources of energy (heat, electricity, light, and noise) that exist in the environment,

Indicator
1.Pupils can explain the source of energy in the vicinity
2.Pupils can explain the examples of goods that require electrical energy in the workings
3.Pupils can explain the changes brought about by electrical energy
  
I. Learning Objectives:
Know the various sources of energy that is often encountered in everyday life and its usefulness.

II. Teaching Materials: Energy and its Amendment
III.Learning Methods: Problem-based learning,
IV.Learning Steps
Initial activities:
Story-telling told Justien Biber got an alarm clock gift from her parents, but the clock was not lit.

-The teacher asked the students why the clock can not work
core Activities
-Students tried a few tools that need the battery and the electricity to work.
-Teacher explains the energy change that occurs.
Assessment:
-Giving questions about electricity works
-Students are asked to give examples of items that require electricity to work
-Students are required to explain the energy changes that occur in electronic goods
-Working on a worksheet
End of activities:
-Asking again about electricity works
V. Equipment / materials / learning resource: Worksheet, drawing tools, household appliances, gadgets, alarm clock, battery
VI.Reflection
-Give questions to students about the tools that require electricity to work
-Give the question of tools that do not require electricity in the works

Jakarta,  January 16, 2012

Susan Sutardjo

Teacher

Lesson PlanSubject: Indonesian
Class / Semester: II / 2
Meeting to: Second
Time Allocation: 1×30 minutes (09.30 am-10.30 am)Competency Standards:
Understanding the range of written discourse by reading aloud and reading silently.

Basic Competence:
1.1 Reading aloud and reading in 16 to 20 sentences with attention to proper pronunciation and intonation.
1.2 Copying the passages with the concatenated with the letter neatly upright.

Indicator
1.1 Students can read aloud with attention to punctuation and sentence intonation.
1.2 Students’ reading comprehension through a series of questions.
1.3 Students are able to write the letter continued upright.

I. Learning Objectives:
Understanding the range of written discourse by reading aloud and reading silently.

II. Teaching Materials: Text readings

III.Metode Learning: Exposure to direct.

IV.Learning Steps
Initial activities:
Reading the text readings per group.
core Activities
Answering questions per group
Copying a paragraph reading with upright letters concatenated
Giving the name of the beast according traits that exist in textbooks.
End of activities:
Give the question in accordance with the text reading orally.

V. Equipment / materials / learning resources: worksheets, lesson books, netbooks.

VI.Reflection: copy one sentence reading with upright letters individually serialized.

Jakarta,  January 17,  2012

Susan Sutardjo

Teacher

Lesson PlanSubject: Social Sciences (IPS)
Class / Semester: II / 2
Meeting to: Two
Time Allocation: 2×30 minutes (11 am-12 am)Competency Standards:
1.Understanding cooperation in the neighborhood.

Basic Competence:
11 Explain the benefits of cooperation in the neighborhood.

Indicator
1.1 Students can explain the definition of neighbor.
1.2 Students can identify the neighbor in front, right side and left side of their house.
1.3 Students can explain the meaning of cooperation
1.4 Students can give examples of other forms of cooperation among neighbors
1.5 Students can explain the benefits of cooperation among neighbors.

I. Learning Objectives:
Understanding cooperation in the neighborhood.

II. Teaching Materials: Environmental

III.Learning Methods: Exposure to direct the drama.

IV.Learning Steps:
Initial activities:
Giving questions surrounding neighbors and co-operation.
Core Activities
drama siskamling
End of activities:
-Fill out the worksheet.
V. Equipment / materials / learning resources: worksheets about, and drama texts siskamling
VI.Reflection: Giving oral questions about the benefits of cooperation

Jakarta,  January 18,  2012

Susan Sutardjo

Teacher

   
         
         




Internet:Tinjauan Teori (1)

6 02 2012

 

“Apa yang kamu lakukan di internet?”  Pertanyaan seperti ini sudah menjadi kelaziman satu dasawarsa terakhir. Dari anak-anak hingga orang tua menjadi pengguna internet. Sehingga, kini bukan hal aneh jika sebagian waktu manusia modern dihabiskan untuk berselancar di dunia maya. Mereka bisa melakukan chatting, browsing, searching, download atau mengirim pesan melalui surat elektronik atau e-mail (electronic-mail).

Berdasarkan riset Yahoo di Indonesia bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009 menyebutkan bahwa mayoritas pengguna internet berasal dari kalangan remaja usia sekolah rentang umur 15 tahun hingga 19 tahun dengan prosentase mencapai 64 persen. Riset itu melibatkan 2.000 responden. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara 19 persen menjangkau internet via telepon seluler.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menyebutkan, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 25 juta dengan pertumbuhan setiap tahun rata-rata 25 persen. Berdasarkan survey MarkPlus Insight yang dirilis Majalah Marketeers jumlah pengguna internet per Oktober 2011 mencapai 55 juta orang atau naik dibandingkan tahun 2010 yang berjumlah 42 juta.

Menariknya sekitar 50 persen hingga 80 persen pengguna internet berasal dari kalangan muda dengan dominasi umur 15 hingga 30 tahun. Rata-rata mereka mengakses internet sekitar 3 jam sehari. Riset ini dilakukan pada 2.161 pengguna internet yang tersebar di 11 kota besar di Indonesia. Berbeda dengan tahun 2009 yang sebagian besar mengakses internet melalui warnet, pada tahun 2011 sebagian besar pengguna internet mengakses via smartphone yang terkoneksi ke internet.

Riset terbaru yang diselenggarakan Mastel (Masyarakat Telekomunikasi) menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia melonjak menjadi 84 juta orang dengan proporsi 54 persen laki-laki, 64 persen perempuan. Meski secara prosentase perempuan di bawah laki-laki, ternyata perempuan lebih lama mengakses internet ketimbang laki-laki.

Mengapa manusia modern menghabiskan waktunya berjam-jam di internet? Hal itu tidak lepas dari fungsi dan manfaat yang disediakan internet. Internet dapat digunakan sebagai media hiburan seperti main game, mendengarkan music gratis, sebagai media belajar, sarana bisnis, pemasaran produk, media komunikasi melalui surat elektronik atau e-mail (electronic mail), jejaring sosial (social media network), yahoo messanger (YM), Skype, What’sApp, dll.

Internet juga efektif digunakan sebagai sarana kampanye politik seperti yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 2008 lalu. Melalui akun facebook presiden kulit hitam pertama ini menggalang massa untuk mendukung kampanye politiknya. Hasilnya, melalui good campaign di internet dan secara offline, Barack Husein Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat awal November 2008.

Dari internet pula lahir penyanyi terkenal Justin Bieber yang semula diketahui bakatnya oleh produser dari situs jejaring sosial Youtube. Bahkan, di tanah air juga muncul pekerja seni instan yang dikenal masyarakat setelah aksi mereka di Youtube ditonton oleh ribuan bahkan ratusan orang seperti Norman Kamaru, Shinta Jojo, dll.

            Internet juga memberi ruang bagi tiap individu untuk menyampaikan pandangan politik dan kritiknya terhadap pemerintahan. Sehingga muncul istilah parlemen online. Seperti kasus cicak buaya yang menyeruak ke publik karena mengusik rasa keadilan masyarakat pada penghujung tahun 2009. Publik membuat akun grup sejuta facebooker yang mendukung cicak. Atau kasus Prita Mulyasari yang melahirkan grup di facebook dengan nama Koin Prita yang dibarengi dengan kemunculan posko peduli Prita.

            Bahkan, internet menjadi sarana masyarakat di kawasan Timur Tengah menyampaikan protesnya atas pemerintahan mereka. Revolusi melati yang terjadi di Mesir, Libya bermula dari keprihatinan masyarakat atas bobroknya rezim yang berkuasa melalui situs jejaring sosial.

Sehingga bisa dikatakan internet kini menjadi dunia ‘kedua’ bagi pengguna yang mengakomodasi kebutuhan manusia seperti berkomunikasi dengan orang lain, berbisnis, bertransaksi, bekerja, belajar, bermain, mendengarkan musik, mencari informasi berita, mencari referensi tulisan, dll.

Dengan kapasitas, manfaat, dan banyaknya pengguna internet wajar jika dikatakan bahwa internet adalah teknologi fenomenal abad ini.

Definisi Internet

Internet berasal dari kata interconnected-networking atau interconnection network. Inter artinya antara. Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis computer dan jaringan di dunia yang berbeda system operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protocol standar dalam berkomunikasi yaitu protocol TCP/IP.

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menegah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet seperti NSFnet, NEARnet, SURAnet, dan lain-lain. (Daniel H Purwadi).

The Internet, sometimes called simply “the Net,” is a worldwide system of computer networks – a network of networks in which users at any one computer can, if they have permission, get information from any other computer (and sometimes talk directly to users at other computers). (Internet kadang disebut dengan net yakni sistem jaringan komputer seluruh dunia-sebuah jaringan dari jaringan di mana pengguna komputer bisa mendapat informasi dan kadang-kadang bisa berbicara langsung dengan lain.





WebQuest: Membuat Materi Pelajaran Lebih Eye Catching

6 02 2012

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, motivasi belajar, dan pada akhirnya prestasi akademik siswa. WebQuest adalah salah satu produk dari TIK yang bisa diperoleh dengan mengakses internet.

WebQuest adalah format pelajaran yang berorientasi pada metode inkuiri yang di dalamnya memuat banyak informasi tentang materi pelajaran dan penugasan berasal dari web yang me-link ke WebQuest.

WebQuest dikembangkan oleh Bernie Dodge di Universitas Negeri San Diego pada Februari 1995 dengan input awal dari SDSU/Pacific Bell Fellow Tom March, staf di Teknologi Pendidikan di San Diego Unified School District dengan partisipan peserta Teach the Teachers Consortium.

Sejak itu puluhan hingga ribuan guru menggunakan WebQuest sebagai salah satu jalan menarik siswa dalam proses belajar di abad 21.  Model ini kemudian menyebar di seluruh dunia. Bahkan beberapa negara dengan antusias menggunakan WebQuest seperti Brazil, Spanyol, Cina, Australia, dan Belanda.

Membuat WebQuest

            Secara teknologi membuat WebQuest sangat mudah. Sepanjang kita dapat membuat dokumen dengan hyperlinks, maka kita dapat membuat WebQuest. Ini artinya bahwa WebQuest dapat dibuat dengan menggunakan Word, Powerpoint, bahkan Excel.

Sebuah WebQuest adalah:

  • Meliputi tugas yang dapat dilakukan siswa dengan tampilan menarik
  • Memerlukan proses berpikir lebih dalam, bukan hanya sekedar merangkum materi pelajaran. Termasuk di dalamnya adalah kegiatan menggabungkan, menganalisa, memecahkan masalah, menciptakan kreativitas, penilaian, dan evaluasi.
  • Menggunakan sumber informasi dari web dan referensi buku lain untuk memperkaya materi pelajaran. Jika materi di WebQuest hanya berasal dari buku pelajaran tanpa diintegrasikan dengan informasi yang ada di situs yang memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran, maka WebQuest tak ubahnya seperti pelajaran konvensional.
  • Membuat WebQuest bukan berarti membuat laporan penelitian atau membuat langkah demi langkah seperti prosedur matematika. Sehingga, WebQuest tidak berhenti sampai pada tahap siswa mampu membuat contoh WebQuest diikuti dengan presentasi. Tetapi siswa mampu memberikan contoh-contoh dari tema pelajaran yang disajikan dalam WebQuest sekaligus menjelaskan maksud tulisan yang ada dalam WebQuest.

Situs Penyedia WebQuest

QuestGarden

QuestGarden diciptakan oleh Bernie Dodge. Membuat WebQuest dengan menggunakan Quest Garden lumayan mudah. QuestGarden menyediakan step by step cara membuat WebQuest dan contohnya dengan disupport dokumen dalam bentuk Word, PowerPoint, dll.

Zunal.com

Situs Zunal.com juga menyediakan WebQuest secara gratis. Caranya, buka situs http://zunal.com. Setelah membuka halaman zunal.com, kemudian melakukan registrasi di kolom Register Free. Urusan registrasi beres, klik login dengan memasukkan e-mail dengan password. Langkah selanjutnya membuat WebQuest dengan mengikuti langkah-langkah demi langkah yang ada di zunal.com.

 

Teacherweb.com/tweb/TWQuest.aspx

Website teacherweb.com menyediakan WebQuest bagi siapa saja yang telah mendaftar. Menariknya, selain WebQuest, situs teacherweb juga menyediakan space untuk membuat situs milik para pengajar.

 

Untuk membuat WebQuest, langkah pertama adalah klik https://www.teacherweb.com/tweb/twquest.aspx. Kemudian klik sign up and get started. Langkah selanjutnya klik Create WebQuest yang ada di home yang akan diikuti dengan tampilan di bawah ini.

 

Create Your TeacherWebQuest:

Grade Level: Elementary SchoolMiddle SchoolHigh School

Subject Area: ArtAstronomyBiologyCareersCharacterChemistryComputersCurrentCurrent EventsDrama/TheaterEconomicsEducation TechnologyEnglishFrenchGeographyGermanHealthHistoryLanguageLanguage ArtsLawLiteratureMathMedicineMusicPhysicsPoliticsPsychologyReligionSafetyScienceSocialSocial StudiesSpanishSportsStudy SkillsWeatherZoology

Topic of the WebQuest: (e.g. “Olympics”, “Biomes”, “CivilWar”)

Title of the WebQuest: (e.g. “Civil War WebQuest”)

 I have an Account Code

 I have the email address and password of my paid TeacherWeb account

 

 

Account Code:

I agree to the Terms and Conditions of a WebQuest on TeacherWeb®

I acknowledge that TeacherWeb® may remove my WebQuest at any time,
with or without cause, in its sole and absolute discretion.

                                                      

 

Isi kolom yang tersedia. Semua harus diisi. Setelah semua diisi, klik Next. Langkah selanjutnya adalah membuat WebQuest sesuai instruksi di web.

 

Template WebQuest

Agar tampilan WebQuest menarik, pilihlah template yang kira-kira sesuai dengan umur siswa. Di bawah ini contoh template di Quest Garden.

 

 

 

 

 

 

Secara umum langkah pembuatan WebQuest seperti di bawah ini:

1.Pilih topik  mata pelajaran yang sesuai dengan model inkuiri

2.Membuat desain

3.Jelaskan bagaimana siswa akan dievaluasi

4.Proses desain

5.Mempercantik tampilan desain.

Ternyata membuat webquest gampang ya. Selamat mencoba

 

 

 





Mengapa Perlu Access Branding?

30 03 2011

Oleh
Drs. Christ Srie Harinto, S.Sn
Branding merupakan salah satu strategi bisnis. Bisa dilakukan oleh pelaku usaha dari kalangan swasta, juga koperasi. Formulasi yang bagus dalam penggunaan branding akan membuat koperasi kian kompetitif. Strategi branding juga akan menegaskan peran koperasi khususnya koperasi kredit di bidang finansial.
Apa itu branding? Branding merupakan hal urgen bagi keberhasilan strategi pertumbuhan koperasi kredit. Branding bukan hanya sekedar logo eksistensi koperasi secara nasional, tetapi jauh lebih luas dari itu. Di koperasi kredit dikenal Acces Branding yakni penilaian kesehatan koperasi oleh ACCU (Asian Confederation Credit Union) tingkat Asia.
Koperasi yang dinilai kesehatannya oleh ACCU akan mendapat sertifikat dan hanya berlaku berapa tahun untuk kemudian dievaluasi lagi. Sehingga sertifikat itu tidak berlaku selamanya. Tetapi akan dikaji lagi. Selain itu, koperasi juga berkesempatan meningkatkan peringkatnya. Misalnya dari kelas perunggu naik menjadi perak kemudian naik emas.
Dalam usaha perolehan sertifikat Access Branding, ACCU akan membantu koperasi kredit dalam hal: 1) mengembangkan berbagai strategi yang menekankan pada manfaat koperasi kredit sebagai lembagai keuangan yang ramah, lembaga keuangan yang manusiawi, lembaga keuangan impian, lembaga keuangan terdekat dan lembaga keuangan dunia.
2) Memberikan dukungan teknis untuk para anggota dalam menerapkan strategi branding; 3) Mengembangkan materi-materi periklanan yang akan menjadi model bagi koperasi kredit.
Nah, langkah-langkah yang harus dilakukan koperasi kredit dalam meraih sertifikat Access Branding antara lain: 1) mengembangkan tema yang sama sehingga anggota akan memberitahu anggota lain tentang pengalaman yang dirasakan sebagai anggota koperasi kredit.
2) Membangun dan menguatkan citra public tentang budaya koperasi kredit, paktek kerja, gaya manajemen, pelayanan prima dan istimewa bagi anggota. 3) Mengkoordinasikan branding organisasi dengan produknya. 4) Menguatkan manajemen koperasi kredit agar inovatif sehingga bisa memberikan lebih kepada anggota.
Manajemen inovatif memiliki kualifikasi antara lain 1) Menciptakan rasa penting dan rasa ingin tahu intelektual untuk segera bertindak; 2) Melibatkan pikiran, hati, dan impian para staf dan pengurus koperasi kredit; 3) Memberikan alasan yang jelas dan kuat bagi tim manajemen untuk bekerja. 4) Memberikan kesan kepada tim manajemen bahwa bekerja untuk koperasi kredit merupakan hal yang menarik, menyenangkan dan menantang, berharga, bermanfaat, dan staf akan selalu siap dan dengan senang hati bekerja setiap hari.
5) Mempunyai ‘kaki’ yang siap untuk melayani dalam jangka waktu lama, sebagai pesan organisasi; 6) Mengirimkan pesan tentang berbagai produk, alat, proyek, gaya manajemen, budaya dan peluang koperasi kredit. 7) Memiliki tema atau slogan memikat yang membuat koperasi kredit tampak professional dan dinamis dalam dunia perindustrian. 8) Membuat para staf koperasi merasa koperasi adalah organisasi dan pekerjaan idaman. 9) Pesan yang harus selalu diingat bagi anggota, pengurus, dan karyawan koperasi adalah ‘untuk saat ini dan selamanya’ dan menarik bagi semua generasi. 10) Dapat dipercaya. Jujur, dan bukan sekedar tipuan dari aspek hubungan masyarakat.
Kepemilikan sertifikat Access Branding menjadi suatu garansi koperasi yang bersangkutan memiliki kemampuan. Dan yang paling penting, koperasi kredit akan akan berubah menjadi lembaga keuangan yang dinamis dan kreatif.
Penulis adalah Ketua Kopdit Melati

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Buletin Melati dan Majalah WK








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.