Summer Palace
Summer Palace

Udara Beijing akhir April 2012 terasa sejuk dan kering pada Rabu siang (23/4). Angin yang berembus mengusap kulit terasa dingin. Begitu yang kurasakan ketika menjejakkan kaki di area sekitar bandara Beijing, Cina. Alhamdulillah setelah sembilan jam dalam badan pesawat Air China, akhirnya sampai juga di Beijing.
Seharusnya pesawatku sampai di Beijing airport sekitar jam 09.00 pagi waktu setempat. Tapi, karena sempat delay hingga tiga jam, ya akhirnya jam 12.00 siang baru sampai Beijing. Enam jam bertolak dari Soekarno Hatta Airport Cengkareng Jakarta, pesawat transit di Xiamen Airport. Tiga jam kemudian tiba di Bandara Beijing. Setelah melewati proses body checking, mengambil travelling bag, melewati bagian imigrasi, aku akhirnya keluar bandara.
Aku menggeret koper oranyeku ke dalam bagasi bus yang akan membawaku dan rombongan ke sebuah restoran berjarak 18 kilo. Eh, ada yang aneh. Bagasi mobil ada di sebelah kanan. Dan sopirnya, ada di sebelah kiri. Hal yang tak biasa bagi orang Indonesia. Setiba di jalanan, kemacetan panjang menghadang. Padahal masih siang, baru pukul 02.00, belum masuk jam pulang kantor. Untuk urusan macet, ternyata Beijing tidak jauh beda dengan Jakarta. Pikirku. Ternyata dugaanku benar.
Menurut Stephen, pada jam-jam tertentu sebagian ruas jalan Beijing didera kemacetan. Untunglah sepanjang jalan mataku dimanjakan dengan tumbuhan yang asing bagiku. Pohon dengan pucuk daun keputihan seperti kapuk bernama yunse berjajar rapi di sisi jalan. Di bawahnya tetumbuhan berbentuk segitiga mirip cemara kate atau cemara mini bergerombol membentuk hamparan hijau bak permadani. Cemara mini itu berseling dengan rumpun bunga warna warni.
Tetumbuhan yang sebagian besar terasa baru itu terus menarik perhatianku. Meski, sesekali pandanganku beralih kepada penjelasan Stephen. “Perjalanan ke rumah makan sekitar dua jam karena macet,” ujar Stephen dengan mikrofon.
Restoran Monggo Mas
Benar kata Stephen. Kurang lebih dua jam di perjalanan, akhirnya aku sampai di sebuah rumah makan. Daheng Restaurant namanya. Untunglah restoran ini menggunakan huruf latin. So, aku bisa tahu namanya. Pasalnya, setelah lunch pertama ini, aku tak tahu nama-nama resto yang kusinggahi. Bagaimana tidak, semua rumah makan menggunakan Huruf China.
Saat dinner, aku menanyakan nama rumah makan pada Stephen. Kata dia, nama resto yang memutar lagu Koes Plus saat kami masuk itu, Monggo Mas. Mendengar penjelasan Stephen yang memiliki nama asli Hansu itu, sontak aku tertawa. Entah dia hanya bercanda atau memang itu nama restorannya, saat itu aku memilih percaya saja. Inilah konsekuensi orang buta huruf. Dibohongi juga tidak tahu. Karena, kalaupun tidak percaya, aku tidak bisa verifikasi. Wong pelayannya tidak bisa berbahasa Inggris. Apalagi Bahasa Indonesia. Et dah.
Aku dan rombongan masuk ke lantai dua. Karena jumlah rombongan lumayan, kami dibagi dalam dua meja bundar dengan tatakan kaca yang bisa diputar. Di atasnya ada nasi putih hangat, tumis pakchoy, ayam goreng crunchy, sawi, fillet ikan, semangka diiris sangat tipis dengan ukuran sama, dan masih banyak varian makanan lain yang belum familiar.
Sebelum kegiatan makan berlangsung, Stephen menjelaskan bahwa makanan yang dihidangkan halal. “Makanan di sini halal,” ujarnya. Pertama kali mencicipi makanan China, tidak ada sesuatu yang aneh. Rasanya agak tawar, karena hilangnya pedas. Salah seorang temanku minta sambal cabai. Untunglah pihak restoran punya cadangan sambal cabai. Jadilah makan siang pertama di China itu lengkap dengan sambal. Meski taste-nya kurang pas, tapi sambal lumayan menyempurnakannya. Ashhhh….pedasnya.
Dari restoran Daheng, aku bertolak menuju Summer Palace yang berada di tepi barat Summer Palace atau sekitar 12 km dari central Beijing. Summer Palace merupakan museum taman tradisional Cina yang memadukan batu, pepohonan, pavilion, danau, kolam, dan pedestrian. Rangkaian dari kombinasi itu menciptakan sebuah tempat yang indah dan romantis.
Summer palace mulai dibangun pada tahun 1750 pada masa Dinasti Mansuriah. Namun, taman yang ada di Summer Palace ada sejak Dinasti Jin (1115-1234). Proses pembangunan istana memakan waktu 14 tahun.
Istana dengan beberapa pulau elok, jembatan, dan danau itu dirusak saat invasi Perancis ke China. Sekitar tahun 1860. Kemudian dibangun kembali oleh ibu suri. Sehingga Summer Palace yang ada saat ini merupakan istana yang dibangun kembali pada tahun 1903. Karena Summer Palace yang asli atau old summer palace (YuanMingYuan) telah dirusak oleh pasukan Inggris Perancis.
Sebelum sampai istana yang hanya dihuni raja saat musim panas—makanya disebut summer palace—Stephen menjelaskan kepada anggota rombongan hal-hal yang tidak perlu dilakukan. “Nanti di tempat wisata banyak pedagang. Kalau mau beli souvenir, lebih baik jangan di sana.”
Ia beralasan, ada pedagang-pedagang nakal di lokasi Summer Palace. Misalnya uang kembalian berupa uang palsu. Bahkan, ada wisatawan yang mendapat uang kembali berupa rubel, mata uang Rusia. “Kalau mau beli, kasih uang pas, tidak memerlukan kembalian.”
Begitu memasuki kawasan Summer Palace, kami disambut oleh kapuk dari pohon yunse dan angin yang berhembus sangat kencang. Sehingga, wosatawan dianjurkan mengenakan jaket ketika berjalan-jalan ke Summer Palace. Masuk ke dalam, kami menjumpai patung kerbau berada di pinggiran danau dengan beberapa pulau dan jembatan di sebelah kiri berusia 300 tahun. Konon patung kerbau itu untuk menghalau banjir. Kalau memang sakti menghalau banjir, sepertinya ide patung kerbau bisa digunakan untuk Kota Jakarta yang langganan banjir hehe. Aya aya wae.
Puas jalan-jalan di Summer Palace, aku menuju ke pabrik pembuatan teh yakni Dr. Tea yang berlokasi di Jalan Min Zu Yuan Chao Yang District. Aroma the menguar begitu kita memasuki bangunan berarsitektur China itu. Beragam tempayan, guci, dan gerabah peralatan meminum teh dipajang. Saat melintas, ada rombongan wisatawan lain berkumpul dalam ruangan menerima penjelasan tentang beragam teh. Hal sama juga kami lakukan. Masu dalam ruangan dengan meja kotak kayu di tengahnya. Setelah menunggu sekitar 20 menit, dua orang perempuan muda mengenakan baju cheongsam masuk ke dalam ruangan.
Keduanya memperagakan cara meracik teh beragam jenis. Uniknya, keduanya menggunakan Bahasa Mandarin. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Sehingga percakapan kadang menggunakan bahasa tarzan hehe. Intinya, setelah selesai meracik, kami akan mendapat minuman teh yang dituangkan ke dalam cangkir supermini.
Dari brosur hijau yang dibagikan, aku tahu ada enam jenis teh yang diracik. Yakni white tea, golden tea atau slimming tea, oriental beauty atau the king of oolong tea, jasmine tea, litchi tea, dan tian qi flower. Keenam jenis the ini memiliki khasiat berlainan.
White tea misalnya. Ampuh menetralisir efek alcohol dan nikotin, menyembuhkan flu dan radang tenggorokan. Golden tea bisa mengatur tekanan darah, menurunkan kolesterol dan berat badan. Slimming tea ini juga bagus untuk penderita insomnia.
The king of oolong tea bagus untuk sirkulasi darah dan kehalusan kulit, anemia, mengobati sakit perut, dll. Jasmine tea diklaim bisa meningkatkan penglihatan, mengurangi sakit kepala, dll. Litchi tea atau black tea bagus untuk pencernaan. Tian Qi Flower dapat mengembalikan energi, melindungi hati, meningkatkan imunitas, bagus rematik, dan artirtis.
Di luar enam jenis teh yang ada di brosur, ada dua teh yang dikenalkan pegawai Dr Tea. Yakni fruit tea dan the berusia ratusan tahun. Fruit tea rasanya manis. Rasa manis berasal dari buah-buahan kering di dalam the yang bisa dimakan. Dari semua teh yang diracik, fruit tea menjadi favoritku. Saat menjelaskan teh berusia ratusan tahun, pegawai hanya menunjukkan contoh the dan gambar pohon teh. Ternyata, harga pohon teh berusia ratusan tahun itu tidak main-main. Bisa mencapai ratusan tahun bo’!
Selesai demo teh, saatnya acara belanja dimulai. Maka, seperti lelang, tiap orang memesan teh yang akan dibeli. Aku membeli fruit tea dengan bandrol harga 75 yuan atau sekitar Rp 135 ribuan. Bagi pembeli yang membeli dalam partai besar, mendapat hadiah pee-pee boy yakni patung anak kecil yang bisa pipis jika ditaruh dalam air panas selama dua menit.
Puas memborong teh, kami bergerak merapat ke Olympic Park Stadion. Stadion yang digunakan pada Oliempiade Agustus 2008 itu kini mangkrak. Pemerintah Cina menggunakan stadion berbentuk sangkar burung atau bird nest itu sebagai obyek wisata. Sayangnya kami sampai di stadion itu malam hari. Sehingga bangunan aslinya dengan struktur baja yang melintang-lintang tidak terlihat.
Namun, kerlip lampu yang membentuk body sang sangkar burung juga tak kalah indahnya. Cahaya lampu mampu mewakili bentuk bangunan bird nest. Udara terasa sangat dingin. Padahal, aku sudah mengenakan jaket dan syal. Tetap saja kulitku menggigil. Brrrrrr.
Di sini kami hanya foto-foto sebentar. Puas mengambil gambar bird nest dan menikmati dingin yang mencubit kulit, kami bergerak mendekati restoran yang memutar lagi Koes Plus saat kami memasuki restoran. Ketika kami masih di luar rumah makan, ada beberapa pedagang souvenir yang menawarkan dagangannya dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Begitu duduk dalam formasi lingkaran, serombongan wisatawan lain dari Indonesia masuk. Ah, pantas saja pedagang souvenir menawarkan dagangannya menggunakan Bahasa Indonesia. Ternyata pengunjung restoran ini sebagian berasal dari Indonesia. Oalahhhh…
Menu yang disajikan di restoran bernama Monggo Mas (nggak yakin dengan nama ini), hampir sama dengan hidangan Daheng Restaurant. Nasi lengkap dengan sayur, lauk pauk, buah dan cemilan.
Kenyang dengan sajian di restoran “Monggo Mas” kami menuju Taly Plaza Hotel yang berada di Dancheng Road. Lucunya, nama hotel yang kami kunjungi tidak sama dengan nama di tour reef yang tercatat tian li hotel. Alhasil, ketika browsing di internet, tidak membuahkan hasil. Capek dech….
Secara bangunan, Taly Hotel terbilang lumayan dengan nuansa klasik. Tapi untuk urusan jelajah informasi, hehe. Selama tiga hari di sana, aku seperti terkurung di sebuah dunia antah berantah. Bagaimana tidak. Koneksi internet tidak bisa. Saluran televisi sebagai satu-satunya hiburan semuanya berita berbahasa China. Hanya satu TV berbahasa Inggris CCTV news chanel 4. Hwadoooooh. Kontras ya dengan Indonesia yang banjir bandang hiburan tapi acaranya tidak mendidik seperti sinetron yang kebanyakan hanya memamerkan kekayaan dan kebencian.
Meski tidak mengerti bahasanya, sedikit banyak aku tahu melalui bahasa gambar hehehe. Tapi aku salut dengan isi tayangan televisi di China yang kaya dengan sejarah dan nilai-nilai patriotism. Seseuatu yang jarang dijumpai pada media elektronik di tanah air. Hal itu wajar karena di negeri tirai bambu ini, seluruh saluran televisi dikontrol pemerintah cuy.
Sebelum mengakhiri hari pertama dengan istirahat di kasur yang sangat empuk mirip papan hahaha, aku berjalan-jalan di sekitar hotel. Jam baru menunjuk angka 9. Belum terlalu malam sebenarnya. Tapi, suasana jalan sudah senyap. Banyak toko yang sudah tutup. Kok Beijing sepi ya? Tanyaku membatin yang akhirnya kulontarkan juga.
Setelah berjalan ke sana sini tanpa tujuan, akhirnya aku mampir ke toko kelontong menjual beragam makanan kemasan. Lagi-lagi aku harus menggunakan bahasa tarzan dibantu gerakan tangan. Tapi ada satu temanku yang ‘hebat’. Ia bertanya kepada pemilik toko dengan bahasa asal mirip mandarin. Ajaib. Pemiliki toko itu menjawab pertanyaan temanku. Aku tertawa ngakak. Satu hal lagi, karena buta huruf, aku an teman-temanku tidak tahu tulisan tanggal kadaluwarsa. Alhasil, raut khawatir terlihat jelas saat temanku melahap es krim yang tertera tahun 2011 di bungkusnya.
Ternyata, setelah tanya sana sini, tahun 2011 merupakan tahun pembuatan. Temanku mengaku lega setelah sebelumnya was-was memakan es krim lokal. Begitulah sepenggal cerita perjalananku hari pertama di bumi Zang Zhi Yi ini. Tunggu kelanjutannya yaaa.
SMK Koperasi
Komputer Sang Juru Selamat
Imej koperasi yang belum terbangun, membuat manajemen SMK Koperasi Pontianak mencari jalan lain. Penambahan jurusan komputer, peningkatan prestasi melalui kelulusan seratus persen dan ekstrakurikuler diyakini menjadi resep ampuh dalam memenangkan kompetisi.
“Silakan mampir mba. Ini stand kami, SMK Koperasi Pontianak,” ujar Mahdi, SH, S.Pd Kepala SMK Koperasi Pontianak, Kaaimantan Barat, ramah menyambut kedatangan WK. Selama dua hari, Mahdi beserta pengajar dan delapan siswa mengikuti pameran yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM di Smesco Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. “Kami menggunakan biaya sendiri untuk sewa stand, transportasi dan akomodasi. Tidak ada bantuan pemerintah,” jelas Mahdi menjawab pertanyaan WK seputar biaya stand.
Tekad mengenalkan keberadaan SMK Koperasi Pontianak kepada kalangan pegiat koperasi dan masyarakat luas membawa Mahdi dan rombongan ke Gedung Sme Tower. “Kami senang bisa berada di sini. Berkenalan banyak orang untuk mengenalkan SMK Koperasi,” jelas Mahdi yang menjadi kepala sekolah SMK Koperasi sejak 2008.
“Tidak mudah mengelola SMK Koperasi. Karena animo masyarakat rendah. Sejujurnya hal ini tidak lepas dari imej koperasi yang di mata masyarakat masih jauh,” papar Mahdi. Bahkan, diakui Mahdi, citra tersebut juga tertanam pada sebagian besar siswa. “Persepsi anak, mereka kurang interest ke koperasi.”
Menyadari brand koperasi kurang menjual, Mahdi melakukan terobosan. “Saya mencari cara bagaimana menarik animo masyarakat.” Mahdi kemudian mengadakan riset kecil-kecilan. “Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penguasaan skill dan keilmuan siswa kurang.”
Dari identifikasi permasalahan, sekolah berlokasi di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Tebu, Pontianak ini kemudian menyusun beberapa strategi. “Hal pertama yang dilakukan adalah mengaktifkan kegiatan ekstra kurikuler. Kami memilih seni sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Karena seni bisa membentuk karakter, sikap, sekaligus kecerdasan siswa.”
Seni tari, teater, musik, dan kriya menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati siswa. Bukan hanya seni, sekolah juga menambah kegiatan ekskul lain seperti pramuka, olahraga, komputer, keorganisasian, dan paskibra.
Selain fokus pada ekstrakurikuler, SMK Koperasi Pontianak juga menambah jurusan baru. “Tadinya hanya jurusan penjualan. Mulai tahun 2009 kami menambah jurusan komputer dengan materi pelajaran RPL (Rekayasa Perangkat Lunak).”
Awalnya SMK Koperasi hanya membuka jurusan bisnis dan manajemen dengan konsentrasi pemasaran. Baru pada tahun 2009 SMK ini membuka jurusan teknologi informatika dan komputer dengan konsentrasi RPL. Ketika ditanya mengenai jurusan koperasi, Mahdi mengaku belum membuka jurusan koperasi. “Kalau mata pelajaran koperasi diajarkan di sekolah.”
Karena harus mengikuti tuntutan pasar, materi pelajaran dibagi menjadi dua yakni umum dan pembekalan melalui magang kerja. Siswa mengikuti magang kerja di koperasi, kantor pemerintah, dan swalayan. “Walaupun tamat SMK, siswa harus bisa menghasilkan karya inovatif, mempunyai wawasan sehingga bisa berkembang dan mandiri. Siswa bisa berdagang.”
Dijelaskan Mahdi, hanya sedikit lulusan sekolahnya yang melanjutkan ke pendidikan tinggi. Sebagian besar bekerja dan mandiri membuka usaha. Sayangnya, mayoritas lulusan bekerja di sektor swasta. Kalaupun mandiri, belum ada lulusan yang mendirikan koperasi. “Untuk saat ini belum ada yang bekerja di koperasi atau mendirikan koperasi,” jelas Mahdi menambahkan,” Membentuk insan koperasi membutuhkan waktu panjang.”
Melihat minimnya jumlah lulusan yang bekerja di sektor koperasi, Mahdi ingin mengenalkan sekolahnya ke institusi koperasi di tanah air. “Melalui pameran ini, secara material saya ingin memperluas akses siswa saya bekerja di koperasi.” Selain itu, ia juga mengharapkan kepedulian stakeholder.
Nilai UN Tertinggi
Penambahan jurusan komputer mendongkrak jumlah murid baru. “Pada tahun 2008 jumlah murid 104 orang. Tahun 2009 jumlah murid menjadi 218 orang.” Tahun pertama dibuka, jurusan komputer hanya untuk satu kelas. Memasuki tahun kedua sekolah membuka dua kelas untuk jurusan komputer. Meski peminat banyak, jumlah siswa di jurusan komputer dibatasi. “Kami tidak bisa menerima lebih dari 120 orang. Hal ini terkait kapasitas ruangan dan laboratorium komputer.”
Meski membatasi jumlah murid, peningkatan jumlah siswa setiap tahun lumayan. Akhir 2010 jumlah murid mencapai 323 orang. Padahal dulunya jumlah siswa kelas satu sampai tiga tidak beranjak dari angka 100. “Tadinya kami hanya membuka tiga kelas yakni kelas satu sampai kelas tiga. Sekarang kami membuka Sembilan kelas dari kelas satu sampai kelas tiga.”
Bukan hanya jurusan komputer yang mendongkrak jumlah siswa baru. Prestasi sekolah dengan tingkat kelulusan seratus persen dan nilai tinggi, kata Mahdi, juga ikut mempengaruhi minat masyarakat. “Jumlah kelulusan alhamdulillah seratus persen. Bahkan pada tahun 2009 nilai ujian nasional (UN) SMK Koperasi Pontianak menduduki nilai tertinggi se Kalimantan Barat untuk level SMK,” jelas pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah ini. Sebelumnya kelulusan siswa SMK Koperasi ini masih 94,29 persen.
Keputusan membuka ekstra kurikuler seni juga mengangkat nama sekolah. Pasalnya, pada tahun 2009 tim kesenian SMK Koperasi Pontianak diundang Kementerian Pemuda Malaysia untuk mengikuti kegiatan kesenian. “Kami bangga siswa kami bisa tampil di negara tetangga.”
Sejumlah prestasi yang kini diraih SMK Koperasi Pontianak menjadi hadiah bagi sekolah yang berdiri pada 19 Juli 1987 ini. “Alhamdulillah. Sekolah ini didirikan oleh Yayasan Pengembangan Koperasi. Di dalamnya ada SMP, SMA, dan SMK Koperasi,” jelas Mahdi.
Have published on WK Magz
Bertemu Andrea Hirata di Amerika
“Menembus Sastra Dunia”
Sekitar jam 3 sore aku menjejakkan di ruang bercahaya biru yang terletak di pojok Pacific Place. Setelah melalui proses berkali-kali cecking, finally aku bisa gabung dengan peserta lain yang sudah duduk manis menanti sharing dari penulis beken Andrea Hirata yang Sabtu sore (31/3) itu akan membawakan tema Penetrating World Literature di atamerica.
Peserta duduk di lantai yang difungsikan sebagai tempat duduk dengan posisi berundak ke atas seperti di tribun. Sementara narasumber Andrea Hirata berada di stage yang posisinya sama dengan lantai gedung alias di level terendah. Pengaturan tata lampu yang elegan, membuat suasana di dalam ruangan terasa nyaman, tidak terlalu terang atau temaram.
Andrea Hirata muncul dengan kemeja lengan panjang polos dan celana jeans biru. Dengan gaya santai dan ucapan Andrea yang kerap memancing tawa, workshop sore itu berlangsung terasa crunchy haha.
“Kalau hanya ngomongin novel bosen ya? Bagaimana kalau kita nyanyi dulu saja?” kata Andrea Hirata. Ia kemudian memanggil Mida untuk menyanyikan book song karya Andrea Hirata.
“Di Eropa penulis berhubungan dengan agen. Kalau di Indonesia penulis berhubungan dengan penerbit,” kata Andrea Hirata membuka workshop. Ia juga menjelaskan perbedaan karakteristik pembaca di Amerika dan Eropa dengan di Indonesia. Pembaca di Indonesia menyukai cerita yang memiliki visualisasi kuat. Karena era membaca belum begitu membudaya di masyarakat Indonesia langsung diganti dengan budaya menonton.
“Penulis harus menggambarkan peta, kanan kiri depan belakang. Tapi hal seperti ini tidak penting bagi pembaca di Amerika dan Eropa, karena mereka sudah pintar.”Sehingga, kata Andrea, membangun imajinasi sebuah cerita di tanah air harus detail.
Andrea kemudian berbagi cerita ketika dia mendapat kesempatan belajar menulis di Iowa University. Di sana alumni Sorborne University Paris ini bertemu dengan 37 penulis dunia. Ia mengaku tidak percaya diri tiap ditanya siapa penerbit bukunya. “Yang lain itu penerbitnya top. Saya bilang Bentang Pustaka,” kata Andrea seperti berbisik yang diiringi tawa peserta.
Sejak itu Andrea bermimpi one day karyanya bisa diterbitkan publisher ternama di Amerika. And his dream comes true. “Lima bulan lalu saya mendapat the best publisher, FSG penerbit dari Amerika. Sekarang kalau ketemu penulis dunia, jalan saya tidak lagi menunduk, tetapi tegak,” ujar Andrea memperagakan berjalan tertunduk kemudian tegak yang lagi-lagi diiringi riuh tawa peserta workshop.
Menurut penulis novel tetralogi Laskar Pelangi ini, menerbitkan buku di luar negeri itu gampang. “Yang penting siapa penerbitnya. Banyak charity yang mau menerbitkan buku. Tapi bukan hal gampang menemukan agen.”
Setelah dilirik FSG, karya Andrea Hirata lebih gampang go international. “Laskar Pelangi saat ini sudah terbit dalam Bahasa Jerman, Mandarin. Karena FSG, Laskar Pelangi sekarang terbit di Italia. Sekarang sedang terbit di Jepang.”
Andrea berharap ada penulis Indonesia lain yang bisa menembus sastra dunia. “Saya hanya memulai. Penulis lain juga bisa. Ini bukan tentang saya. Its about Indonesia.”
Pemikiran Immanuel Kant
Pengaruhnya Pada Filsafat, Modernisme dan Psikologi
I. Pendahuluan
“Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Demikian salah satu kutipan pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf besar pada abad pencerahan. Ia menunjukkan jalan terbuka dalam membangun suatu proses subyektif dan obyektif pengetahuan agar pengetahuan tidak menjadi buta dan berat sebelah. Bagi Kant ilmu pengetahuan dalam bekerja harus memenuhi syarat obyektif maupun subyektif (Awuy, 1993).
Kant mengubah wajah filsafat secara radikal dengan titik sentral manusia sebagai subjek berpikir terinspirasi dari Copernican Revolution yakni revolusi pemikiran yang dilakukan Kant dalam mencari sumber pengetahuan pada diri manusia, khususnya mengenai fenomena yang mementingkan kesadaran subjek yang kemudian melahirkan idealisme yang memuncak pada Hegel. Juga mengenai apriori telah melahirkan sentralitas subjek sebagai penentu kebenaran sebuah pengetahuan.
Dengan revolusi ini, filsafat Kant tidak dimulai dengan penyelidikan benda sebagai objek, tetapi dengan menyelidiki struktur-struktur subyek yang memungkinkan benda-benda diketahui sebagai obyek. Dulunya para filsuf mencoba memahami pengenalan dengan mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri kepada obyek (Dister, 1992).
Kant lahir di Konisberg, Kerajaan Prussia Timur, sekarang Kaliningrad, Rusia. Kant mengusung kembali metafisika dengan versi baru, berbeda dengan metafisika tradisional. Sebelumnya, metafisika tidak diakui oleh David Hume, salah stau filsuf yang berpengaruh pada pemikiran Kant, beraliran empirisme.
Immanuel Kant lahir dan besar dalam lingkungan keluarga religius. Semasa hidupnya Kant tidak menikah. Ia seorang yang hidup tertib dan disiplin. Kant jarang keluar dari kota kelahirannya yakni Konisberg yang sekarang dikenal sebagai Kaliningrad, Rusia. Ia tidak pernah bepergian keluar dari provinsi tempat tinggalnya, Prusia Timur. Sehingga Kant selama hidupnya tidak pernah bepergian lebih dari 40 mil dari rumahnya di Konisberg. Padahal, Immanuel Kant mengajar dan menulis ilmu geografi.
Ayah Kant bernama Johann Georg Kant, seorang ahli pembuat baju zirah (baju besi) yang dikemudian hari dikenal sebagai ahli perdagangan. Ibu Kant bernama Anna Regina Kant.
Kant menempuh pendidikan dasar di Saint George’s Hospital School. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke Collegium Fredericianum. Kant kuliah di University of Königsberg mempelajari filosofi, matematika, dan ilmu alam. Pada tahun 1755-1770 Kant bekerja sebagai dosen sambil terus mempublikasikan beberapa naskah ilmiah. Ia mendapat gelar profesor dari University of Königsberg pada 1770.
Kant hidup pada abad aufklarung (pencerahan). Ia mengenal pemikiran Voltaire dan Hume melalui karya dua filsuf besar itu. Sebelum bersentuhan dengan pemikiran filsafat, Kant terpengaruh dengan ajaran pietisme yang dianut ibunya. Pietisme adalah ajaran agama Pietist yakni agama di Jerman yang mendasarkan keyakinannya pada pengalaman religius dan studi kitab suci. Pembahasan tentang Kant dalam makalah ini mengupas epistemologi, etika atau filsafat moral, dan metafisika yang menjadi concern pemikiran Kant serta pengaruh pemikiran Kant pada filsafat, modernisme dan psikologi.
II. Literature Review
Filsafat menurut Immanuel Kant adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang di dalamnya tercakup empat persoalan: 1) apakah yang dapat kita kerjakan (jawabannya metafisika) 2)apakah yang seharusnya kita kerjakan (etika) 3) sampai di manakah harapan kita (agama) 4) apakah yang dinamakan manusia (antropologi). Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada (Plato). Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (Aristoteles).
Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di zaman modern. Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa itu ‘modernisme’. Walaupun demikian, ‘modernisme’ pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia ‘modern’, dan dunia modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktik dan teori kapitalisme, industrialisme, dan negara-bangsa (Wikipedia).
Secara harfiah psikologi bisa diartikan sebagai ilmu jiwa karena berasal dari Bahasa Yunani yakni psyche (jiwa), logos (ilmu). Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya (Sarlito Wirawan W, 2010).
Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yakni episteme (pengetahuan) dan logos (kata atau pembicaraan atau ilmu). Sehingga epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. (Wikipedia)
Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio (Scruton, 1996). Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia.(Wikipedia). Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. (Wikipedia)
Metafisika berasal Bahasa Yunani yakni meta artinya setelah atau di balik dan phisika artinya hal-hal di alam. Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia.
Etika berasal dari Yunani Kuno yakni “ethikos” artinya “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. (Wikipedia)
III.Pokok Bahasan
A.Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)
Epistemologi atau teori pengetahuan berhubungan dengan hakikat ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia yang diperoleh melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
Kant menganggap kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi. Apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi, mendahului setiap pengalaman. Untuk pengenalan, Kant berargumen bahwa obyek mengarahkan diri ke subyek. Tidak seperti filsuf sebelumnya yang mencoba mengerti pengenalan dengan mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri ke obyek.
Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama dalam benak yakni fakultas penerimaan kesan-kesan inderawi (sensibility) dan fakultas pemahaman (understanding) yang membuat keputusan-keputusan tentang kesan-kesan inderawi yang diperoleh melalui fakultas pertama.
Kedua fakultas saling membutuhkan dalam rangka mencapai suatu pengetahuan. Fakultas penerimaan bertugas menerima kesan-kesan yang masuk dan menatanya dengan pengetahuan a apriori intuisi ruang dan waktu. Fakultas pemahaman bertugas memasak yaitu menyatukan dan mensintesakan pengalaman-pengalaman yang telah diterima dan ditata oleh fakultas penerima selanjutnya diputuskan.
Dalam bekerja, fakultas pemahaman memiliki sarana yang disebut kategori terdiri dari 12 item menjadi syarat apriori. Kedua belas kategori ini adalah kuantitas (universal, particular, singular), kualitas (affirmative, negative, infinitive), relasi (categorical, hypothetical, disjunctive) dan modalitas (problematical, assertorical, apotidical).
Menurut Kant meskipun seluruh ide dan konsep manusia bersifat apriori sehingga ada kebenaran apriori, namun ide dan konsep hanya dapat diaplikasikan apabila ada pengalaman. Tanpa pengalaman, seluruh ide dan konsep serta kebenaran tidak akan pernah bisa diaplikasikan. Akal budi manusia hanya bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman. Oleh karena itu akal budi dan pengalaman inderawi, tidak dapat dianggap sebagai dasar menyatakan keberadaan Tuhan. Bagi Kant, eksistensi Tuhan diperlukan sebagai postulat bagi kehidupan moralitas (Hick, 1979). Pembahasan epistemologi Kant dikaitkan dengan dua karyanya Kritik atas Rasio Murni dan Kritik Rasio Praktis.
Kritik atas Rasio Murni
Kritik atas rasio murni (Critique of Pure Reason) merupakan karya pertama Immanuel Kant. Critique of Pure Reason memuat pemikiran Kant tentang estetika transendental, analitika transendental dan dialektika transendetal.
Dalam “Kritik atas Rasio Murni” Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan bersifat umum, mutlak, dan memberi pengertian baru. Untuk itu ia terlebih dahulu membedakan adanya tiga macam pengetahuan atau keputusan yakni pertama, keputusan analitis a priori yang menempatkan predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (misalnya, setiap benda menempati ruang).
Kedua, keputusan sintesis aposteriori dengan predikat dihubungkan subjek berdasarkan pengalaman inderawi, karma dinyatakan setelah mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui.Misalnya meja itu bagus.
Ketiga, keputusan apriori menggunakan sumber pengetahuan yang bersifat sintesis tetapi bersifat apriori juga. Misalnya keputusan “segala kejadian mempunyai sebabnya”. Ilmu eksakta, mekanika, dan ilmu pengetahuan alam disusun atas putusan sintesis bersifat apriori. Kant menyebut keputusan jenis ketiga sebagai syarat dasar sebuah pengetahuan (ilmiah) dipenuhi yakni bersifat umum dan mutlak serta memberi pengetahuan baru.
Pengetahuan merupakan sintesa dari unsur-unsur yang ada sebelum pengalaman yakni unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur yang ada setelah pengalaman yaitu unsur-unsur aposteriori. Proses sintesis ini terjadi dalam tiga tahap.Pertama, pencerapan inderawi (sinneswahrnehmung). Kedua, akal budi (verstand). Ketiga, intelektual atau rasio (versnunft). Pencerapan inderawi masuk dalam estetika transendental, akal budi ada pada bagian analitikal transendental, rasio masuk dalam dialektika transendental.
Pertama, pencerapan indrawi (sinneswahrehmung) Menurut Kant pencerapan inderawi adalah tingkat pengetahuan manusia pertama dan terendah. Data-data inderawi harus di buktikan dulu dengan 12 kategori, baru dapat di putuskan. Demikian proses kritisisme rasionalisme ala Immanuel Kant. Metodologi ini kemudian dikenal dengan metode induksi, dari partikular data-data terkecil baru mencapai kesimpulan universal.
Menurut Immanuel Kant, manusia sudah mendapatkan 12 kategori tersebut sejak lahir. Teori ini terinspirasi dunia ide Plato. Immanuel Kant beranggapan bahwa data inderawi manusia hanya bisa menentukan fenomena saja. Fenomena adalah sesuatu yang tampak, hanya memperlihatkan fisiknya saja.
Kedua, akal budi (verstand) Tugas akal budi adalah menyusun dan menghubungkan data-data inderawi, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan. Pengetahuan akal budi baru diperoleh ketika terjadi sintesis antara pengalaman inderawi dengan bentuk-bentuk a priori yang disebut dengan kategori. Dalam menerapkan kategori-kategori ini, akal budi bekerja sedemikian rupa sehingga kategori-kategori itu hanya cocok dengan data-data yang dikenainya saja. Melalui kategori, Kant seperti menjelaskan sahnya ilmu pengetahuan alam.
Ketiga, intelek atau rasio (versnunft). Menurut Kant intelekt atau rasio (versnunft) adalah kemampuan asasi (principien) yang menciptakan pengertian-pengertian murni dan mutlak karena rasio memasukkan pengetahuan khusus ke dalam pengetahuan yang bersifat umum. Tugas intelek adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat di bawahnya yakni akal budi (verstand) dan tingkat pengalaman inderawi (senneswahnehmung).
Rasio berbeda dengan akal budi. Rasio (versnunft) menghasilkan ide-ide transcendental. Akal budi berkaitan dengan penampakan. Rasio menerima konsep-konsep dan putusan akal budi menemukan kesatuan (Kant, 1990).
Dalam dialektika transendental Kant menyebut tiga ide rasio murni atau idea transendental yakni idea psikis (jiwa), idea kosmologis (dunia), dan idea teologis (Tuhan). Ide jiwa menyatakan dan mendasari segala gejala batiniah (psikis), ide dunia menyatakan gejala jasmani, dan ide Tuhan mendasari semua gejala, baik yang bersifat jasmani maupun rohani (psikis) (Kant, 1990).
Meskipun ketiga ide di atas mengatur argumentasi tentang pengalaman, tetapi ketiga ide itu tidak termasuk pengalaman karena ke-12 kategori tidak dapat diberlakukan pada ide transendental ini disebabkan ketiganya bukan obyek pengalaman.
Pengalaman hanya terjadi dalam fenomena, padahal ketiga ide itu berada di dunia nomena, yang tidak tampak. Ide tentang jiwa, dunia, dan Tuhan bukan pengertian tentang kenyataan inderawi, bukan benda pada dirinya sendiri (das ding an sich). Ketiganya merupakan postulat epistemology yang berada di luar teoritis empiris.
Kritik atas Rasio Praktis
Dalam Kritik der Pratischen Vernunft (1788) atau Kritik atas Rasio Praktis Kant menyatakan bahwa rasio dapat menjalankan ilmu pengetahuan. Sehingga rasio disebut sebagai rasio teoretis atau rasio murni. Selain rasio murni, ada rasio praktis yaitu rasio yang mengatakan apa yang harus kita lakukan atau rasio yang memberikan perintah kepada kehendak manusia.
Kant beranggapan bahwa ada tiga hal yang harus diandaikan supaya tingkah laku manusia tidak menjadi mustahil. Kant meyebut tiga hal tersebut sebagai postulat rasio praktis yaitu 1) Free will yakni kehendak yang bebas; 2) Keabadian jiwa yaitu immortalitas jiwa yang menjelaskan bahwa manusia secara fisik mati, tetapi jiwa tak pernah mati. Sehingga ide bersifat abstrak dan posisinya di atas segala sesuatu yang ada di dunia. 3) Tuhan.
B.Kritisisme
Perjalanan Kant hingga menemukan kritisisme dibagi dalam dua fase: tahap pra kritis dan kritis dengan tahun 1770 sebagai batasnya ketika Kant menjabat sebagai guru besar filsafat (Hadiwijono, 1980:64). Namun, sumber lain mengatakan masa pra kritis adalah sebelum Kant bertemu dengan David Hume. Immanuel Kant mengatakan bahwa Hume adalah pihak yang membangunkan ia dari kelelapan sejenak yang diliputi dogmatism (Delfaauw, 1992:120).
Era pra kritis Kant ditandai dengan dominasi pengaruh tokoh-tokoh rasionalisme seperti Plato, Leibniz dan Wolf, juga tokoh empirisme David Hume. Tulisan-tulisan Kant pada masa ini cenderung mengarah pada metafisika rasional (Delfgaauw, 1992).
Setelah Immanuel Kant memasuki masa kritis, ia mengubah pemikirannya lebih radikal. Ia menamakan filsafatnya sebagai kritisisme dan mempertentangkannya dengan dogmatisme (Guyer, 1995). Filsafat Kant disebut kritisisme karena ia tidak membenarkan penggunaan kemampuan rasio semata-mata dalam memahami realitas pada dirinya. Menurut Kant rasio memiliki keterbatasan yang hanya sampai pada dunia penginderaan (fenomena).
Kritisisme dapat disebut sebagai sintesa rasionalisme dan empirisme yang secara prinsip dituangkan Kant dalam buku Critique of Pure Reason. Rasionalisme dan empirisme mempunyai pengaruh besar filsafat modern (1500-1900). Pengandaian-pengandaian terhadap sistem pengetahuan tidak bisa begitu saja terlepas dari dua aliran ini yang saling bertentangan. Pertentangan dan perdebatan antara kedua aliran ini yang disebut antinomy berusaha didamaikan Kant.
Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme, dalam hal bahwa ketiganya bertujuan untuk menyediakan sebuah wahana bagi diskursus sosial dan filsafat di luar kepercayaan keagamaan atau takhayul. Namun demikian ada perbedaan antara ketiganya.
Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental.
Menurut Kant rasionalisme mengutamakan unsur-unsur apriori dalam pengenalan yakni unsur-unsur yang yang terlepas dari semua pengalaman seperti ide-ide bawaan Descrates.
Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika lahir. Pernyataan ilmiah harus berdasarkan pengamatan atau pengalaman. Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimen yang harus dapat diulang dan menghasilkan secara konsisten untuk mengembangkan teori yang bertujuan menjelaskan fenomena alam.
Empirisme menekankan unsur-unsur aposteriori yakni unsur-unsur yang berasal dari pengalaman seperti Locke yang menganggap rasio as a white paper. Empirisme lahir di Inggris. Tokohnya adalah David Hume, George Berkeley dan John Locke.
Kant mengkritik empirisme harus dilandasi dengan teori-teori rasionalisme sebelum di anggap sah melalui epistomologi. Karena Kant menganggap empirisme (pengalaman) itu bersifat relatif bila tanpa ada landasan teorinya. Misalnya air akan mendidih jika dipanaskan berlaku di daerah tropis. Tetapi jika di daerah kutub bersuhu di bawah 0 derajat, air yang dipanaskan tidak akan mendidih karena air akan menjadi dingin.
Kant beranggapan bahwa kaum empiris memberikan tekanan terlalu besar pada pengalaman inderawi. Padahal data inderawi harus dibuktikan atau dicek dengan 12 kategori ‘apriori’ rasio, setelah itu baru bisa dinyatakan sah.
Kant juga mengkritik kaum rasionalis melangkah terlalu jauh dengan pernyataan mereka tentang seberapa banyak akal dapat memberikan sumbangan.Baik rasionalisme maupun empirisme, kata Kant, keduanya berat sebelah. Kant beranggapan bahwa rasionalisme dan empirisme sama-sama benar separuh, tetapi juga sama-sama salah separuh. Jadi, baik ‘indera’ maupun ‘akal’ sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia (Gaarder, 1999).
Posisi empirisme dan rasionalisme yang menurut Immanuel Kant berat sebelah kemudian berusaha diseimbangkan dengan menjelaskan bahwa pengenalan manusia merupakan gabungan antara unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur a posteriori (Scruton, 1997). Kritisisme Kant menggabungkan dunia ide Plato ‘apriori’ dengan pengalaman yang bersifat ‘aposteriori’. Apriori artinya sebelum dibuktikan, kita sudah percaya misalnya Tuhan. Meski mengkritik sekaligus menggabungkan rasionalisme dan empirisme, beberapa ilmuwan melihat Kant lebih rasional. Hal itu terlihat pada tiga postulat dalam kritik atas rasio praktis.
C.Metafisika
Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta? Cabang utama metafisika adalah ontologi, studi mengenai kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya.
Tokoh filsuf empirisme David Hume menghancurkan segala kemungkinan munculnya kembali sistem metafisika yang mengklaim kemampuan rasio (akal) manusia mencapai realitas sesungguhnya. Hume hanya mau bersandar pada apa yang bisa diamati melalui inderawi. Kritik pedas Hume pada metafisika membangunkan Kant dari tidur dogmatisnya (Kant, 1997). Dari Hume, Kant menyadari bahwa disiplin metafisika telah melalaikan keterbatasan pengetahuan manusia dalam memahami realitas sesungguhnya.
Pemikiran Hume dan Kant meminjam istilah posmodernisme, disebut narasi besar yakni ingin mempertanyakan kembali wacana wacana metafisik yang selalu bergulat. Gagasan metafisis tentang Tuhan, esensi, substansi, hakiki, ruh sulit diterima karena bersifat apriori.
Berbeda dengan Hume yang menolak metafisika, Kant mempertanyakan metafisika untuk merekonstruksi metafisika yang sudah ada. Ia membuang metafisika tradisional yang diwariskan Aristoteles (filsuf Yunani) dan Thomas (filsuf skolastik) dengan eviden sebagai dasarnya. Eviden yang dimaksud Kant adalah dualisme kritisisme yang ekstrem yakni pengetahuan dan kenyataan yang terpisah oleh jurang yang tidak dapat diseberangi.
Metafisika tradisional menganggap Tuhan sebagai causa prima (penyebab pertama dari segala sesuatu). Asumsi ini ditolak Kant. Menurutnya Tuhan bukanlah obyek pengalaman dengan kategori kausalitas pada tingkat akal budi (verstand), melainkan ada pada bidang atau pandangan yang melampaui akal budi, yakni bidang rasio (vernunft).
Bagi Kant, pembuktian Tuhan sebagai causa prima tidak bisa diterima. Ada tidaknya Tuhan mustahil dibuktikan. Tuhan ditempatkan Kant sebagai postulat bagi tindakan moral pada rasio praktis.
Langkah awal Kant dalam merekonstruksi metafisika adalah mengungkapkan dua keputusan yakni sintetik dan analitik seperti dimuat dalam Critique of Pure Reason (Kritik Rasio Murni). Keputusan sintetik adalah keputusan dengan predikat tidak ada dalam konsep subyek yang artinya menambahkan sesuatu yang baru pada subyek (Adian, 2000). Keputusan analitik adalah keputusan dengan predikat terkandung dalam subyek. Misalnya proposisi semua tubuh berkeluasan. Predikat berkeluasan sudah terkandung dalam semua tubuh(Adian, 2000).
Menurut Kant, dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik a priori seperti yang ada di dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berdasar kepada fakta empiris. Kant menamakan metafisika sebagai “ilusi transenden” (a transcendental illusion). Menurut Kant, pernyataan-pernyataan metafisika tidak memiliki nilai epistemologis.
D.Etika (Filsafat Moral)
Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan manusia. Secara metodologis, etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Sehingga etika merupakan suatu ilmu dengan objeknya adalah tingkah laku manusia dengan sudut pandang normatif.
Pemikiran berhubungan dengan moralitas sebelum Kant dicari dalam tatanan alam (Stoa, Spinoza), hukum kodrat (Thomas Aquinas), hasrat mencapai kebahagiaan (filsafat pra Kant), pengalaman nikmat atau hedon (Epikuros), perasaan moral (David Hume), kehendak Tuhan (Agustinus, Thomas Aquinas).
Filsafat moral Kant menyatakan kesadaran moral merupakan fakta yang tidak dapat dibantah meskipun bukan obyek inderawi, namun membuka kenyataan bidang realitas adi inderawi. Sehingga satu-satunya cara untuk klaim moralitas atas keabsahan universal melalui subyek itu sendiri.
Karya Kant tentang filsafat moral antara lain The Foundations of the Methaphysics of Morals (1785), Critique of Practical Reason (1788), dan Metaphysics of Morals (1797). Dua buku pertama meletakkan etika dasar etika. Metafisika moral menguraikan norma dan keutamaan moral.
Kant mengembangkan prinsip etika dari paham akal budi praktis. Kant mengandaikan baik bukan hanya dari beberapa segi, tetapi baik secara mutlak. Menurut Kant, yang baik tanpa pembatasan sama sekali adalah kehendak baik. Kehendak baik selalu baik dan dalam kebaikannya tidak tergantung pada sesuatu di luarnya (otonom). Orang berkehendak baik karena menguntungkan, tergerak oleh perasaan belas kasih, memenuhi kewajiban demi kewajiban. Kehendak baik karena memenuhi kewajiban demi kewajiban disebut Kant sebagai moralitas.
Pengukuran moralitas menurut Kant bukan pada hasil. Karena perbuatan baik tidak membuktikan kehendak baik. Tetapi pada kehendak pelaku apakah ditentukan oleh kenyataan bahwa perbuatan itu kewajibannya. Kant selalu merasa bahwa perbedaan antara benar dan salah adalah masalah akal, bukan perasaan (Gaarder, 1999). Teori moralitas Kant disebut Imperatif Kategoris.
Imperatif kategoris
Merupakan teori yang diciptakan Kant dengan penekanan kepada otonomi individu dalam mengambil keputusan moral. Imperatif kategoris merupakan suatu panduan untuk menguji apakah suatu tindakan dapat disebut bermoral atau tidak.
Suatu prinsip bisa dikatakan sebagai imperatif kategoris jika prinsip itu sudah melewati pengujian yang dilakukan imperatif kategoris. Kita harus mengandaikan bahwa prinsip atau maksud tindakan kita dapat dijadikan menjadi hukum universal sehingga semua orang dapat bertindak sesuai dengan prinsip tersebut. Dengan demikian, kita harus mengandaikan bahwa prinsip yang dipakai dapat digunakan sebagai hukum universal, bagi siapapun seolah olah tidak ada alternatif lain. Imperatif kategoris ini terlihat berseberangan dengan egoisme psikologis.
Egoisme Psikologis
Teori egoisme psikologis menyatakan bahwa manusia selalu bertindak sesuai dengan kepentingan diri (self interest) dan tidak mungkin bisa lepas dari kepentingan diri. Bahkan ketika tindakan itu ditujukan untuk orang lain, sebenarnya dilakukan untuk dirinya sendiri. Egoisme psikologis berusaha membantu manusia menyadari bahwa seseorang melakukan tindakan yang tampaknya tidak mempedulikan kepentingannya sendiri, tetapi sebenarnya ia bertindak karena didorong oleh kepentingan diri dia sendiri. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan tidak ada tindakan manusia yang sepenuhnya terlepas dari kepentingan dirinya sendiri.
Kritik terhadap egoisme psikologis. Pertama, orang bertindak sesuai dengan apa yang paling diinginkan tidak lagi merupakan hipotesis empiris yang bisa dinilai benar atau salah. Kedua, kritik logis. Fakta bahwa manusia selalu melakukan hal yang paling diinginkan tidak selalu berarti bertindak egois dan tidak pernah bisa melakukan tindakan moral.
E.Pengaruh Pemikiran Kant Pada Filsafat dan Modernisme
Pemikiran Kant mempengaruhi filsuf setelahnya, salah satunya melahirkan kantianisme. Kantianisme adalah etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban, maka pemeliharaan sebagai etika kewajiban. Paham kantianisme adalah paham yang menyatakan keadaan tidak peduli terhadap keputusan yang diambil.
Neo Kantianisme adalah aliran filsafat idealisme yang muncul di Jerman pada tahun 1860 an atau abad ke 19 (Filsafat Modern). Neo kantianisme bisa diartikan kembali kepada Kant, yaitu mengembangkan kembali unsur-unsur idealis, metafisis dan dialektis. Slogan “kembali kepada Kant” ini dicetuskan oleh Otto Liebmann pada tahun 1965.
Pemikiran Kant melahirkan tradisi baru berupa kritik terhadap sumber ilmu pengetahuan. Ia juga telah mendamaikan pertentangan antara rasionalisme dan empirisme melalui filsafat kritisisme dengan memberi peran kepada unsur empiris (aposteriori) dengan unsur rasio (apriori).
Kritisisme Kant merupakan sintesis antara dua tendensi (kecenderungan) modern yakni: Rasionalisme (di satu sisi) ke tingkat ekstrim dalam idealisme Hegel dan Empirisme (di sisi lain) ke tingkat ekstrim dalam positivisme August Comte
Konsep “obyektivitas” yang dibentuk atau dipengaruhi oleh pengalaman subyektif mengalami puncak pada “konstruktivisme postmodernisme” yakni segala klaim tentang realitas adalah hasil kostruksi pemikiran manusia sendiri. Misalnya: hermeunetika, strukturalisme.
Post metafisika Kant dibahas dalam Filsafat Kontemporer (setelah abad 19) seperti: fenomenologi, linguistik analilitis, positivisme logis dan liguistik, dan strukturalisme. Filsafat Kontemporer yang post-metafisik adalah eksistensialisme yang diterapkan dalam dunia manusia tanpa unsur metafisik, strukturalisme, marxisme, dan pragmatisme.
Penentuan rasional ilmiah (fenomena) dan tidak rasional ilmiah (noumena). Sejak abad ke-20, hal ini ditentang oleh Post-modernisme yang mengaburkan konsep “rasionalitas.” Konsep Kant bahwa yang bisa diketahui hanya fenomena, pada akhirnya nanti menjadi lebih radikal dalam post-modernisme nihilistik.
Hingga zaman sekarang pengaruh Kant sangat besar hingga mempengaruhi filsuf postmodernis seperti Lyotard (Bartens, 2001). Franz Magnis Suseno (1992) menyebut Kant sebagai filsuf paling besar pengaruhnya salama kurun waktu 500 tahun terakhir.
Tokoh-tokoh yang menganut paham ini di antaranya adalah Otto Liebmann, Kuno Fischer, Hermann von Helmholtz, Friedrich Albert Lange, Eduard Zeller, African Spir, Hermann Cohen, Alois Riehl. Aliran neokantianisme dalam perkembangannya melahirkan beberapa mazhab, seperti Mazhab Marburg yang didirikan oleh Cohen, Mazhab Goettingen yang didirikan oleh Jacob Fridrich Fries, dan Mazhab Heidelberg yang dirintis oleh Wilhelm Windelband dan memilki jurnal bernama Logos.
Buah pikiran Immanuel Kant dalam tataran kritik atas rasio praktis yang menjadi kaidah bagi kehidupan manusia modern seperti 1)Maksim-maksim (kaidah-kaidah pribadi) yang berbeda pada setiap orang mulai dari aturan yang permanen dan bersifat pribadi sampai dengan aturan yang bisa berubah-ubah; 2)Undang-undang (kaidah umum) yakni aturan yang resmi/formal dan bersifat eksternal (datang dari luar diri kita); 3)Imperatif hipotetis (seandainya, harus).4) Imperatif kategoris (aturan mutlak). Aturan ini mencakup totalitas hidup yang mendasar. Contoh: Harus menepati janji, jangan berbohong.
Pemikiran Kant yang lain yang berpengaruh yakni tujuan moral adalah “kebahagiaan” (eudaimonisme). Kehidupan moral bisa dipahami dan ada artinya (make-sense), jika memegang tiga hal sebagai postulatnya: a) Ada kebebasan untuk memilih ataupun tidak memilih. b)Ada jiwa: unsur psikis sejauh wilayah psikologis. C) Ada Tuhan yang bisa mengganjar kehidupan moral orang-orang baik di dunia dan akhirat.
Rasionalisme dalam kehidupan modern adalah pengaruh pemikiran Immanuel Kant. Rasional pada tingkat teoretis harus mempunyai dasar yang jelas (fundationalistik). Rasional pada tingkat praktis harus bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan nalar. Agama berdasarkan rasional tidak mungkin. Agama bernilai karena memberi dasar moral.
F.Pengaruh Pemikiran Kant Pada Psikologi
Dalam ranah Psikologi Kepribadian pemikiran Kant masuk dalam teori yang disusun berdasar pemikiran spekulatif berdasarkan metodologi yang digunakan menyusun suatu teori. Pemikiran Immanuel Kant masuk dalam teori temperamen ketika menggolongkan atas dasar komponen kepribadian yang dipakai sebagai titik tolak dalam penyusunan perumusan teoritis, dan teori yang mempunyai cara pendekatan tipologis.
Teori Immanuel Kant tentang kepribadian manusia sebagian terdapat dalam Critique der praktischen vernunft (1788) dan Anthropologie (1799). Watak (character) dalam arti normatif terdapat dalam Critique der praktischen vernunft. Watak sebagai kualitas pembeda satu orang dengan yang lain secara khas terdapat dalam Anthropologie.
Kant juga menyinggung temperamen yang dianggapnya sebagai corak kepekaan atau sinneart, sedangkan watak sebagai corak pikiran atau denkungsart. Temperamen menurut Kant mengandung dua aspek yaitu: 1) Aspek fisiologis yaitu konstitusi tubuh, kompleks atau susunan cairan-cairan jasmaniah; 2) Aspek psikologis yaitu kecenderungan-kecenderungan kejiwaan yang disebabkan oleh komposisi darah.
Aspek psikologis mencakup dua tipe temperamen yakni 1) temperamen perasaan yang mencakup sanguinis dan lawannya serta melankolis; 2) temperamen kegiatan meliputi choleris dan lawannya serta phlegmatis.
Ikhtisar pendapat Kant
Character dalam arti etis/normatif
Character
(Denkungsart) Character dalam arti deskriptif Sanguinis
Manusia
Aspek fisiologis Temp perasaan
Temperament (Sinheart) Melancholis
Aspek psikologis Choleris
Temp kegiatan
Phlegmatis
Psikolog yang terpengaruh dengan pemikiran Kant antara lain Carl Gustav Jung (1875-1961).Ia seorang psikiater dan perintis psikologi analitik. Pengaruh Immanuel Kant tampak pada Filsafat Timur vs Barat dan prinsip harmoni keseimbangan. Jung semula murid Sigmund Freud, namun kemudian berubah haluan. Menurut Jung kepribadian merupakan kombinasi mencakup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar. Ia menekankan pemahaman “psyche” melalui eksplorasi mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat.
Psikolog lain yang terpengaruh pemikiran Immanuel Kant adalah Piaget, tokoh psikologi perkembangan dari Swiss yang menjabat sebagai profesor psikologi di Universitas Geneva. Piaget terkenal dengan teori perkembangan kognitif yang dipengaruhi oleh Immanuel Kant. Teori perkembangan Piaget dibagi menjadi empat tahap yang lebih kurang sama yaitu (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang mempengaruhi semua pemikiran anak.
Salah seorang neokantianis terkenal, Enselhans, menerbitkan sebuah karya dalam disiplin ilmu psikologi kepribadian berjudul Character building (1908). Jika Kant membagi temperamen aspek psikologis menjadi dua yakni perasaan dan kegiatan, Enselhans membatasi temperamen pada perasaan saja. Sebab dia berpendapat memang hanya itulah yang ada; apa yang disebut Kant sebagai temperamen kegiatan menurutnya adalah konstitusi afektif yang menentukan kegiatan dalam hubungan dengan kehidupan kemauan.Kepribadian (character) seseorang terlihat dari tindakan yang merupakan tindakan kemauan,kemauan adalah wujud temperamen.
Temperamen Kemauan Tindakan
IV.Kesimpulan
Immanuel Kant, seorang mekanis dan abstrak yang humanis termasuk salah seorang filsuf besar pada abad ke 18 memberi pencerahan dengan filsafat kritisisme yang mendobrak dogmatism, mendamaikan pertentangan dua aliran rasionalisme dan empirisme, menghidupkan metafisika yang berbeda dengan metafisika tradisional.
Melalui Revolusi Kopernikan Kant menjadikan manusia sebagai titik sentral dengan menyelidiki struktur-struktur subyek yang memungkinkan benda-benda diketahui sebagai obyek tidak sebaliknya seperti yang biasa dilakukan filsuf sebelumnya yang mengandaikan bahwa subyek mengarahkan diri kepada obyek (Dister, 1992).
Inovasi pemikiran Kant dengan tiga fokus utamanya pada bidang epistemologi, metafisika, dan etika (filsafat moral) masih berpengaruh hingga sekarang baik dalam tataran ilmu khususnya Filsafat dan Psikologi maupun wilayah praktis. Wajar jika ia disebut sebagai filsuf paling berpengaruh 500 tahun terakhir oleh Frans Magniz Suseno.
Referensi
Adelbert Snijder. Seluas Segala Kenyataan
Suparto. Epistemologi Immanuel Kant: Sebuah Tantangan Fajar Budi, Skripsi Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Jakarta, Universitas Indonesia, 2003.
Windo Wibowo. Kritisisme Kant: Sintesis Antara Rasionalisme dan Empirisme. Jakarta, Universitas Indonesia
Sumardi Suryabrata. Psikologi Kepribadian. Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2011
Hawasi. Immanuel Kant: Langit Berbintang di Atasku Hukum Moral di Batinku. Jakarta, Poliyama Widyapustaka, 2003.
Hawasi. David Hume:Kita Mempunyai Perasaan Moral. Jakarta, Poliyana Widyapustaka, 2003.
Paul Strathern. 90 Menit Bersama Kant. Jakarta, Erlangga, 2001.
Reza A A Wattimena. Filsafat dan Sains: Sebuah Pengantar. Jakarta, Grasindo, 2008
Manfred Kuehn (2001). Kant: A Biography. Cambridge University Press
http://fajar-berbagi.blogspot.com/2011/11/jejak-sophist-di-era-modern-dan-post.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tugas-1-etika-profesi-2/
http://psychologyworld.wordpress.com/
http://filsafat.kompasiana.com/2011/06/04/seri-filsafat-immanuel-kant
http://ang-gun.blogspot.com/2009
www.scribd.com/doc/57041262/Immanuel-KantTembolok
http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2109377-tokoh-filsafat-immanuel-kant-1724/
Lorens Bagus. 2000. Kamus Filsafat Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 697-700
Robert Audi. 1995. The Cambridge Dictionary of Philosophy. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press. Hlm. 524-525.
Once upon a day there was a baby tiger left its mother near the goat pen. A mother goat who saw the tiger cub approached and invited to the cage. She then considered cub was like children of other goats. Cubs also pleased to have a new family, a goat and its goatlings which amount of five tail.
One afternoon there was a tiger approached the goat pen. Mother goat scared and tried to protect her children, including cub. Cub hid behind goat’s body. From behind the goat body, he watched a tiger, not far from the cage.
Cub found it strange tiger that came to see the animal in a cage looks like with him. He was amazed to hear a roaring tiger. His voice sounded different. The tiger was only seen briefly them, then went. After the tiger went, cub tried to imitate a tiger sound. But what actually sound came out from him like a bleating goat. Embeeeeek
SocialVibe